Selasa, 19 April 2016

Membuat pakan lele alternatif


KTMM - Pakan merupakan komponen paling penting dalam usaha budidaya ikan, termasuk ikan lele. Sialnya, harga pakan lele tidak murah. Sebagian besar bahan bakunya diimpor. Hal ini banyak dikeluhkan para peternak ikan.
Untuk menjawab kendala di atas, ada baiknya kita mengetahui bagaimana cara membuat pakan lele alternatif dan sebagai subtitusi pelet buatan pabrik. Terdapat dua tipe pakan alternatif yang akan dipaparkan di sini, yakni pakan dari bahan-bahan utama dan pakan yang memanfaatkan bahan sisa-sisa.
Pakan dari bahan utama dibuat dari bahan-bahan yang memiliki kandungan nutrisi sesuai dengan kebutuhan ikan lele. Sedangan pakan tambahan didapatkan dari bahan-bahan organik sisa atau yang harganya murah dan ketersediaanya melimpah.

Kandungan nutrisi pakan

Pakan lele yang baik harus memenuhi rasio pemberian pakan dengan penambahan bobot tubuh kurang dari satu (Feed Conversion Ratio/FCR>1). Artinya, setiap pemberian pakan sebanyak 1 kg akan menambah bobot tubuh sebanyak 1 kg. Jadi semakin kecil rasio FCR-nya, semakin baik pakannya.
Penyediaan pakan lele untuk pakan utama harus memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Pakan tersebut harus mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Protein berfungsi sebagai sumber energi utama. Jenis ikan karnivora semacam lele membutuhkan protein yang tinggi yaitu lebih dari 35% dari berat pakan.
Lemak dibutuhkan sebagai sumber energi tambahan penting. Selain sebagai sumber energi, lemak sangat penting untuk kelangsungan hidup ikan, melarutkan beberapa jenis vitamin dan menjaga keseimbangan daya apung ikan dalam air. Penambahan lemak pada pakan juga mempengaruhi rasa dan mutu pakan. Lele membutuhkan lemak dengan kadar 4-5 persen dari berat pakan. Kadar lemak tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan penimbunan lemak pada usus dan hati ikan, sehingga ikan jadi kurang nafsu makannya.
Karbohidrat terdiri dari senyawa serat kasar dan bahan bebas tanpa nitrogen. Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Selain berfungsi sebagai nutrisi, karbohidrat juga bisa menjadi bahan perekat dalam pembuatan pakan lele. Kandungan karbohidrat pada pakan lele sebaiknya ada pada kisaran 4-6 persen.
Vitamin merupakan zat organik yang dibutuhkan ikan dalam jumlah kecil, namun peranannya sangat vital. Perannya untuk mempertahankan kondisi dan daya tahan tubuh. Vitamin umumnya tidak dapat disintesis oleh tubuh ikan, jadi harus dipenuhi dari luar atau pakan. Kebutuhan vitamin akan menurun seiring dengan pertumbuhan besar ikan.
Satu lagi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil namun penting, yakni mineral. Mineral ini memainkan peran penting dalam membangun struktur tulang ikan dan dalam fungsi metabolisme. Mineral terdiri dari makromineral dan mikromineral. Makromineral yang terkandung dalam tubuh ikan diantaranya kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), kalium (K), fosfor (K), klorida (Cl) dan sulfur (S). Sedangkan mikromineral antara lain besi (Fe), seng (Zn), mangan (Mn), tembaga (Cu), iodium (I), kobalt (Co), nikel (Ni) fluor (F), krom (Cr), silikon (Si) dan selenium (Se).

Membuat pakan lele alternatif

Pakan alternatif pengganti pelet bisa kita buat dari berbagai bahan. Kandungan utama pelet yang paling dominan adalah tepung ikan. Tepung ikan digunakan karena kandungan proteinnya yang tinggi dan gizi lainnya. Namun harga tepung ikan ini mahal, oleh karena itu kita bisa mencampurnya dengan bahan-bahan lain yang lebih murah tanpa mengurangi kandungan protein yang ada.
Pakan lele alternatif yang kita buat harus disesuaikan dengan kebutuhan standar ikan lele untuk tumbuh dan berkembang dengan baik dan cepat (lihat kembali tabel di atas). Untuk itu, ada banyak bahan alternatif yang bisa kita dapatkan, sebaiknya yang menjadi acuan adalah kandungan protein. Berikut tabel berbagai bahan beserta kandungannya dalam satuan persen (%):
BahanProteinLemak
Tepung Ikan62.998.4
Tepung Kedelai36,614.30
Bungkil Kelapa18.4615.73
Tepung Jagung10.400.53
Dedak Halus15.586.8
Tepung Tapioka2.62.6
Misalnya, kita ingin membuat pakan lele dari campuran 50 kg tepung ikan (kandungan protein 62,9%) dengan 50 kg dedak halus (15,58%), apakah campuran tersebut memenuhi kebutuhan protein ikan lele?
  • Jumlah protein dalam tepung ikan = 62,9% x 50 kg = 31,45 kg
  • Jumlah protein dalam dedak halus = 15,58 x 50 kg = 7,79 kg
  • Jumlah total protein dari tepung ikan dan dedak halus = 39,24 kg
  • Artinya dari total berat bahan baku 100 kg didapat protein 39,24 kg atau 39,24% dari adonan tersebut adalah protein. Hal ini mencukupi untuk pakan lele dimana minimal tersedia kandungan protein kasar sebanyak 30%.
  • Untuk memperkaya kandungan nutrisi, kita bisa menambahkannya dengan berbagai vitamin ikan yang tersedia di pasaran.

Membuat pakan lele tambahan

Disebut pakan tambahan karena tujuannya untuk melengkapi pemberian pakan utama. Kandungan nutrisi pada pakan lele tambahan tidak bisa ditakar dengan tepat. Namun kandungannya masih bisa kita kira-kira. Pemberian pakan lele tambahan dalam budidaya lele intensif bisa menekan biaya pengeluaran pakan, sehingga peternak bisa menikmati keuntungan yang lebih besar. Bahan-bahan berikut disarikan dari pengalaman-pengalaman para peternak lele.

a. Limbah peternakan unggas

Beruntung bagi peternak yang lokasinya dekat dengan peternakan unggas (ayam atau puyuh). Peternakan unggas biasanya menghasilkan limbah berupa ayam mati dalam jumlah yang kontinyu. Limbah tersebut bisa kita gunakan untuk pakan lele. Karena ikan lele pada hakikatnya adalan hewan karnivora.
Bangkai ayam atau puyuh sebaiknya tidak diberikan begitu saja untuk menghindari terjangkitnya penyakit pada ikan. Bangkai harus dibersihkan terlebih dahulu bulu dengan cara direbus. Selain menghilangkan bulu, proses perebusan berfungsi untuk membunuh bibit penyakit yang mungkin terkandung dalam bangkai. Perebusan bisa dilakukan dalam drum-drum besar.
Setelah direbus diamkan bangkai tersebut sampai dingin, lalu berikan pada ikan lele pada hari yang sama. Pakan diberikan dengan cara digantung dan celupkan pakan dalam air kolam. Setelah habis angkat kerangka yang tersisa jangan sampai menjadi residu dalam kolam.

b. Keong mas atau bekicot

Disebagian tempat, keong mas merupakan hama bagi petani padi. Kita bisa memanfaatkan daging keong yang kaya protein untuk pakan lele tambahan. Keong mas mudah ditemukan di daerah pesawahan. Cara mengumpulkannya pun mudah, apalagi kalau tempat kita ada di pedesaan. Tinggal pasang plang, terima keong mas lalu nego, beres urusan.
Sama seperti bangkai unggas, keog mas hendaknya tidak diberikan secara langsung. Rebus terlebih dahulu keong mas atau bekicot dalam air mendidih selama beberapa menit. Perebusan ini fungsinya untuk mengempukan daging, memudahkan pelepasan cangkang, dan membunuh bibit penyakit yang tidak dikehendaki. Setelah direbus, lepaskan cangkangnya dengan cara dicukil menggunakan garpu. Kemudian, daging keong didinginkan dan dicincang kecil-kecil.

c. Belatung

Belatung (maggot) merupakan sumber protein yang baik buat ikan lele. Belatung dihasilkan dari lalat. Ada beberapa jenis belatung yang cocok untuk dijadikan, salah satunya dari lalat black soldier fly (Hermetia illucens). Mengapa black soldier fly? Karena belatung ini memiliki kandungan protein kasar hingga 40% dan menurut penelitan BBPBAT cocok untuk pakan lele tambahan.
Untuk membiakkan belatung ini cukup sediakan ember, daun pisang, ampas tahu, sisa ikan asin dan bisa ditambahkan kotoran ayam. Caranya masukkan ampas tahu sebagai bahan utama kedalam ember, lalu tambahkan air bersih dan aduk hingga rata. Kemudian tambahkan ikan asin dan kotoran ayam, lalu tutup permukaannya dengan daun pisang kering agar lalat black soldier flymau bertelur. Tempatkan ember ditempat teduh dan terlindung dari air hujan.
Setelah kira-kira 3 minggu atau bisa saja kurang dari itu, belatung sudah siap dipanen. Caranya campurkan air pada media kultur, lalu saring untuk memisahkan media kultur dari belatung. Belatung siap diberikan sebagai pakan lele. Untuk bahan baku media kultur sebanyak 100 kg kira-kira akan dihasilkan belatung 60 kg. Perhatikan, jangan menyimpan belatung segar terlalu lama karena bisa berubah menjadi lalat.

d. Ikan rucah

Bagi para peternak yang lokasinya berdekatan dengan tempat pelelangan ikan, opsi ini bisa menjadi pilihan yang efektif. Ikan rucah atau ikan sisa tangkaapan yang kecil-kecil yang tidak dikonsumsi manusia biasanya dijual dengan harga murah. Ikan ini bisa kita manfaatkan untuk pakan lele tambahan.
Ikan rucah biasanya tidak banyak mengandung tulang atau duri. Bagi ikan rucah seperti ini tidak memerlukan pengolahan terlebih dahulu. Bisa langsung dicincang dan diberikan pada lele. Namun bagi ikan yang banyak mengandung tulang atau duri, sebaiknya direbus dahulu.

Rabu, 06 April 2016

MENGENAL TANAMAN KARET

KTMM - Karet adalah tanaman perkebunan tahunan berupa pohon batang lurus. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Brasil, Amerika Selatan, namun setelah percobaan berkali-kali oleh Henry Wickham, pohon ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara, di mana sekarang ini tanaman ini banyak dikembangkan sehingga sampai sekarang Asia merupakan sumber karet alami. Di Indonesia, Malaysia dan Singapura tanaman karet mulai dicoba dibudidayakan pada tahun 1876. Tanaman karet pertama di Indonesia ditanam di Kebun Raya Bogor. Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia, namun saat ini posisi Indonesia didesak oleh dua negara tetangga Malaysia dan Thailand. Lebih dari setengah karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik, tetapi beberapa juta ton karet alami masih diproduksi setiap tahun, dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa industri termasuk otomotif dan militer.
Klasifikasi botani tanaman karet adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Euphorbiaceae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasiliensis
menghasilkan berbagai bahan baku untuk berbagai industri hilir seperti ban, bola, sepatu, karet, sarung tangan, baju renang, karet gelang, mainan dari karet, dan berbagai produk hilir lainnya.Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia. Karet merupakan produk dari proses penggumpalan getah tanaman karet (lateks). Pohon karet normal disadap pada tahun ke-5. Produk dari penggumpalan lateks selanjutnya diolah untuk menghasilkan lembaran karet (sheet), bongkahan (kotak), atau karet remah (crumb rubber) yang merupakan bahan baku industri karet. Ekspor karet dari Indonesia dalam berbagai bentuk, yaitu dalam bentuk bahan baku industri (sheet, crumb rubber, SIR) dan produk turunannya seperti ban, komponen, dan sebagainya.
Hasil karet biasa dimanfaatkan atau diolah menjadi beberapa produk antara lain adalah : RSS I, RSS II, RSS III, Crumb Rubber, Lump, dan Lateks. Hasil utama dari pohon karet adalah lateks yang dapat dijual atau diperdagangkan di masyarakat berupa lateks segar, slab/koagulasi, ataupun sit asap/sit angin. Selanjutnya produk-produk tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pabrik Crumb Rubber/Karet Remah, yang

Rabu, 30 Maret 2016

Fermentasi Gedebog Pisang Kaya Nutrisi

KTMM - Fermentasi Gedebog Pisang Kaya Nutrisi ...?? Kenapa tidak!, Gedebog adalah sebutan dalam bahasa jawa atau lebih dikenal secara nasional dengan nama batang pisang , siapa yang menyangka dari limbah kebun pisang terdapat bahan pakan ternak berlimpah. Kebanyakan para pembudidaya tanaman pisang hanya membuang atau membiarkan gedebog hingga busuk begitu saja setelah dipanen buahnya. Pada beberapa daerah di jawa timur umumnya, nilai ekonomis dari gedebog pisang hanya sebatas pengolahan sebagai bahan baku pembuatan tali untuk industri sofa.


Cara Membuat pakan ternak fermentasi gedebog pisang
Proses Fermentasi Gedebog untuk pakan sapi ,domba , kambing dll

Berkat berbagai penelitian telah diketahui manfaat lain dari gedebog pisang yang dapat di proses sebagai pakan ternak dengan cara fermentasi anaerob. memang masih banyak masyarakat peternak di indonesia belum mengetahui manfaat serta kandungan nutrisi pada batang pisang ini sebagai pengganti makanan ternak budidaya - seperti Kambing , Domba , Sapi , bebek (unggas )Kelinci dll.

Sebenarnya batang pisang bagi masyarakat Bali dan penduduk di pulau Lombok N.T.B  bukanlah sesuatu yang baru, sejak dahulu kala gedebog pisang dapat diolah menjadi menu tradisional. Namun , pada kesempatan posting ini , blog cara budidaya organik hanya mengulas tentang fermentasi batang pisang untuk makanan ternak. Untuk mengetahui Cara Fermentasi Gedebog Pisang Kaya Nutrisi sebagai makanan ternak silahkan simak yang di bawah ini.

Kandungan Nutrisi Pada Batang Pisang


Menurut berbagai hasil studi atau penelitian , gedebog diketahui memiliki kandungan nutrisi yang komplit sebagai pengganti pakan ternak. Adapun komposisi rata-rata nutrisi dalam batang pisang antara lain :  bahan kering  (BK) 87,7 % * Abu 25,12 % * lemak Kasar (LK) 14,23 % * Serat Kasar (SK) 29, 40 %  *  protein Kasar (PK) 3 %  termasuk : asam amino, amine nitrat, glikosida, mengandung N, Glikilipida, vitamin B, asam Nukleat  *  bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,24 % termasuk karbohidrat, gula dan pati . 

Nah ,  dengan diketahui kandungan nutrisi pada batang pisang , tentu kebutuhan makanan ternak kambing bukan suatu kendala bagi peternak - dengan kata lain gedebog merupakan kandidat tepat untuk pengganti pakan ternak. Memang jumlah protein kasar (PK)  gedebog tidaklah terlalu tinggi namun dengan mencampur bahan lain , seperti : bekatul , bungkil kelapa , Ampas tahu atau limbah dari produk kedelai , ampas singkong (gamblong) , jagung dan ditambah dengan fermentasi mampu meningkatkan protein kasar pada gedebog pisang.


Formula dan Komposisi Fermentasi Gedebog Pisang


Berdasarkan dari hasil riset dan percobaan yang telah dilakukan Universitas Padjajaran ( UNPAD ) tentang fermentasi gedebog dan bahan-bahan lain seperti umbi singkong dan biji jagung  untuk makanan ternak lengkap dengan nilai nutrisi yang cukup. Antara lain formula dan komposisi yang telah dikaji adalah sebagai berikut :

  • (TA) campuran 70 % batang pisang, 15 % umbi singkong dan 15 % biji jagung.
  • (TB) campuran 60 % batang pisang, 20 % umbi singkong dan 20 % biji jagung.
  • (TC) campuran 50 % batang pisang, 25 % umbi singkong dan 25 % biji jagung.
  • (TD) campuran 40 % batang pisang, 30 % umbi singkong dan 30 % biji jagung.
  • (TE) campuran 30 % batang pisang, 35 % umbi singkong dan 35 % biji jagung.

 Dan setiap formula telah diuji berulang sebanyak 4 (empat) kali. Perubahan yang teliti meliputi nilai pH, kandungan air, bahan kering, abu, protein kasar, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), dan lemak kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioproses (ensilage) campuran batang pisang, umbi singkong dan biji jagung sebagai makanan lengkap tidak menurunkan nilai nutrisi  batang pisang, dan  ada peningkatan kandungan bahan kering yang pada  batang, pisang. Kombinasi campuran yang terbaik untuk batang pisang sebagai ransum lengkap  adalah 30 % batang pisang, 35 % umbi singkong dan 35 % biji jagung.
Nutrisi Gedebog pisang fermentasi untuk ternak
Tabel Nutrisi Batang pisang Fermentasi

Video Cara Fermentasi Gedebog Pisang Untuk Makanan Ternak


silahkan lihat video cara membuat pakan ternak menggunakan gedebog pisang dengan teknik fermentasi terbaik di bawah ini, solusi untuk pakan ternak kambing , domba, sapi, kelinci dll.



Nah dengan memiliki teknik dan teknologi budidaya peternakan tepat guna diharapkan mampu menciptakan peternak dan petani organik yang lebih sejahtera , makmur , jaya. Apakah anda siap menyambut peternakan yang ramah lingkungan plus memanfaatkan limbah kebun pisang yang telah terbuang?.

Demikian ulasan yang dapat dimuat pada blog Cara budidaya organik , tentang Pakan Ternak Fermentasi Gedebog Pisang Kaya Nutrisi . Semoga membawa manfaat bagi petani dan juga peternak organik di Nusantara , Salam Organik & Go Success.

Selasa, 29 Maret 2016

Cara Sederhana Membuat EM TANI (EM Buatan Sendiri)

KTMM - Dalam pertanian Organik tentu kita tidak asing dengan yang namanya EM, tapi tahu kah anda apa itu EM? Effective Microorganisme atau yang kita kenal dengan EM ialah suatu bahan aktifator dalam pembuatan berbagai macam pupuk organic. EM merupakan hasil fermentasi dengan bantuan microorganism yang mampu dimanfaatkan langsung untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Pembuatan EM ini sangatlah mudah sehingga kita tidak perlu membeli EM di pasaran. EM buatan sendiri disebut EM TANi, diaman EM TANI ini ada berbagai macam jenisnya. Berikut cara mudah membuat EM TANI:
1. EM TANI 1
Bahan: Susu murni 1 liter, Terasi udang 250 gram, Isi usus ayam atau kambing secukupnya, bekatul 1kg, nanas 1kg, gula pasir, air bersih 10 liter.
Cara Membuat: Parut/blender nanas hingga halus, kemudian hancurkan terasi. Campurkan parutan nanas, terasi yang telah dihancurkan, gula pasir, bekatul dan air. Setelah itu rebus hingga mendidih, setelah mendidih bahan yang sudah direbus dituang ke ember biarkan dingin. Setelah dingin tambahkan susu da nisi usus aduk hingga rata. Tutup rapat ember diamkan. Setelah 12 jam akan muncul gelembung-gelembung dipermukaan jika campuran semua bahan sudah lengket dan mengental EM siap digunakan.
2. EM TANI 2
Bahan:buah-buahan yang sudah masak, gula jawa 1kg, air bersih 1liter
Cara membuat: Buah-buahan dihaluskan bisa diparut atau diblender, lalu kita peras dan disaring untuk diambil sarinya. Setelah itu cairkan gula merah dengan air. Kemudian campurkan sari buah dengan gula merah cair dengan perbandingan takaran 1:1. Simpan larutan dalam wadah gerabah dan ditaruh di tempat yang sewjuk selama 15 hari, EM sudah siap digunakan.
3. EM TANI 3
Bahan: Air cucian beras 1 liter, EM Tani 100 cc, cuka 100cc, air tape 300cc, gula pasir.
Cara membuat: semua bahan diatas dicampur jadi satu, taruh campuran bahan tersebut diwadah yang tertutup. Kocok bahan setiap pagi dan sore hari. Dalam waktu 15 hari EM sudah jadi dan siap digunakan.
EM Tani yang terakhir ini mempunyai kelebihan dapat digunakan sebagai pengendali hama, ulat, wereng, dan serangga lain. Cara aplikasi semprotkan bahan ketanaman dengan dosis 1 sendok makan EM : 1 liter air.

Membuat Tanaman Buah Berbuah Sepanjang Tahun

KTMM - Setiap orang tentu menginginkantanaman buahnya berbuah sepanjang tahun dan tidak kenal musim. Berbagai cara telah dicoba untuk diterapkan dengan tujuan agar tanaman buah bisa berbuah diluar musim.
Tehnologi membuat tanaman berbuah diluar musim disebut tehnologi off-season, akan tetapi belum banyak orang tahu tentang tehnologi ini. Sebenarnya ada cara-cara lama yang sering digunakan untuk membuat tanaman buah berbuah sepanjang musim tetapi hanya secara tehnis saja, berikut cara lama yang sering digunakan:
1. Mengerat Kulit Pohon
Mengerat kulit pohon secara melingkar sepanjang ling­karan pohon sampai kelihatan batang kayu (pembuluh xylem). Hal ini dilakukan seperti mencangkok
2. Pemangkasan
Bagian tanaman yang dipangks ialah daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
3. Melukai Pohon
Melukai kulit pohon dengan benda tajam. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menyayat, mengerok, mencacah, mema­ku atau mengiris kulit kayu.
4. Pengikatan
Mengikat erat pohon de­ngan kawat hingga transpor hasil foto­­sintesa pembuluh floemterhambat dan tidak bisa diserap oleh tanaman.
5. Stressing air
Cara ini dilakukan dengan tidak menyiram ta­naman hingga mencapai titik layu, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penyiraman hingga perakaran dan pangkal batang tergenang hingga jenuh.
Cara konven­sional diatas tersebut prinsipnya adalah meru­bah perbandingan unsur carbon(C) dan nitrogen (N) –C/N ratio– dalam tubuh tanaman. Kelemhan cara diatas adalah dapat mengakibatkan kerusakan pohon baik secara fisik atau fisiologis oleh karena itu ke lima cara diatas sangat tidak disarankan.
Seiring berkembangnya tehnologi pertanian kini telah ditemukan cara yang lebih aman dan lebih efektif untuk membuahkan pohon diluar musim. Yaitu Cara terkini yang terukur dan paling ba­nyak dipilih adalah dengan menggu­nakan agro-chemical, yaitu beru­pa bahan aktif zat pe­ngatur tumbuh (ZPT). Prinsipnya tehnologi agro-chemical ini adalah merubah fisiologi tanaman dengan cara menghambat fase vegetative agar berubah menjadi fase generative pembungaan)
Prinsip off-season tersebut memiliki syarat sebagai berikut:
  • Tanaman harus sehat, dimana percabangannya merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  • Tanaman harus sudah cukup dan sudah pernah berbunga. karena Pem­bu­ngaan di bawah umur dapat meng­akibatkan terganggunya pertum­buhan vegetatif tanaman yang meng­akibatkan postur tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat.
  • Tanaman tidak dalam fase akselerasi pertumbuhan, biasanya fase ini ditandai dengan munculnya tunas dan daun baru.
Berikut ZPT yang yang sering digunakan dan pengaplikasianaya:
  • Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid/Asam Naftali Asetat), adalah jens ZPT yang Berfungsi untuk mendorong pembungaan. Aplikasinya disemprotkan ke seluruh bagian tanaman terutaman daun. Dosis 5-10 ppm (part per million).
  • Auxin berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, pembentukan bunga dan buah, mencegah gugur dan dan buah. Kelemahanya zat ini tidak dijual secara bebas.
  • Gibberelin berfungsi untuk membuat tanaman berbunga sebelum waktunya, memperbesar buah, merangsang cambium. Zat ini sudah banyak diperdagangkan seperti: ProGibb dan Super Gib.
  • Paklobutrazol zat ini terbukti efektif dialikasikan pada tanaman keras seperti manga, apel, jambu air, jeruk dan durian. Zat ini juga sudah banyak diperdagangkan seperti : Patrol, Cultar, Goldstar. Dan masih banyak lagi ZPT yang bisa digunakan .
Setelah pengaplikasian ZPT ini hendaknya pemupukan dan pengairan harus sangat diperhatikan dan harus berimbang karena akan sangat berpengaruh pada keberhasilan tehnik off-season ini.

Membuat Jerami Fermentasi Sebagai Pakan Kambing Dan Domba

KTMM - Pemanfaatan jerami untuk pakan ternak kambing dan domba mungkin masih belum banyak yang tau. Dengan proses fermentasi sebenarnya jerami mampu dijadikan makanan kambing. Dimana proses fermentasi menggunakan SOC (Suplemen Organik Cair yang), SOC mempunyai beberapa kelebihan antara lain:
  • Dapat memperbaiki system pencernakan ternak.
  • Meningkatkan Jumlah dan kualitas susu yang dihasilkan oleh ternak
  • Dapat meningkatkan kegemukan.
  •  Menambah nafsu makan.
  • Meningkatkan kekebalan ternak
  • Mengurangi bau kotoran ternak
Berikut Cara Membuat Pakan Ternak Fermentasi Menggunakan SOC:
Bahan – bahan yang perlu dipersipakan
  • Jerami kering 1 ton.
  • SOC 1 botol.
  • Molase (tetes tebu),
  • Air secukupnya
  • Terpal
  • Ember plastik.
  • Gembor atau alat penyiram air.
Cara membuat pakan fermentasi kambing jerami padi
  • Sediakan tempat yang terlindung dari hujan ataupun sinar matahari secara langsung.
  • Bila alas masih berupa tanah kasih terpal agar air adonan fermentasi tidak meresap ketanah
  • Siapkan jerami padi yang sudah kering,
  • Campur SOC, molase, dengan air menggunakan ember
  • Mulailah meggelar jerami selapis pertama setinggi 15-20 cm dan mulailah menyemprotkan larutan adonan air, SOC, molase pada tumpukan jerami tadi dan diinjak-injak, usahakan penyemprotan rata dan jerami terihat basah.
  • Setelah itu tutup tumpukan jerami dengan terpal
  • Ikat rapat dan usahakan supaya udara jangan masuk, diamkan tumpukan jerami tadi selama 12-15 hari supaya proses penguraian serat pada jerami berjalan secara alamiah. Proses fermentasi ini memang memerlukan waktu beberapa saat sehingga jerami benar-benar lapuk dan nutrisinya bertambah. Hal ini akan sangat membantu pencernaan dalam perut kambing dalam meyerap nutrisi fermentasi jerami ini.
  • Setelah 12-15 hari kemudian fermentasi jerami padi siap diberikan untuk pakan ternak kambing, sebelum diberikan pada ternak kambing silahkan fermentasi jerami padi ini perlu diangin-anginkan sebentar.
  • Selalu siapkan minuman ternak berupa air putih guna memperlancar metabolisme kambing.

Senin, 28 Maret 2016

Cara Membuat Pestisida Organik Fermentasi

KTMMCara membuat pestisida organik dengan memanfaatkan teknik fermentasi mudah dan dapat dilakukan oleh kebanyakan orang, asal memiliki pengetahuan teknik fermentasi. Pertanian yang mengaplikasikan sistem budidaya pola organik, perlu mengetahui metode dan langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam membuat Pestisida organik.


Cara membuat Fermentasi Pestisida Organik

Oleh karena berbagai alasan dan faktor biaya produksi bahan pangan yang semakin menghimpit ekonomi kebanyakan petani Indonesia - maka admin blog organikilo.co mencoba berbagi sedikit pengetahuan tentang bagaiman melakukan fermentasi pestisida organik. Cara fermentasi pestisida ataupun pupuk organik cair (POC) hampir sama metode-nya, hanya memiliki perbedaan dari bahan serta mikroba sebagai starter.

Seperti pada posting yang sebelumnya mengenai manfaat yang diperoleh dari menggunakan pestisida organik sangatlah besar. Tentunya dengan beralih ke pestisida organik biaya bertani lebih murah, produk pertanian lebih sehat untuk dikonsumsi dan kita sebagai petani juga ikut berkontribusi menjaga keseimbangan ekosistem. 

Langkah-Langkah Pembuatan Fermentasi Pestisida Organik


Langkah-langkah sebelum membuat pestisida organik fermentasi adalah, mempersiapkan wadah / tempat (media) yang berbahan plastik seperti drum, jerigen dll. Untuk mengetahui cara membuat wadah fermentasi pestisida/isektisida/pupuk cair organik silahkan baca juga,wadah untuk fermentasi ini sangat penting dan memiliki keutamaan, agar memperoleh pestisida terbaik buatan sendiri.

Bahan -Bahan Untuk Membuat Pestisida Organik


Persiapan bahan-bahan yang akan dijadikan pestisida, semuanya disediakan oleh alam berbagai jenis dan macam tumbuhan di indonesia memiliki potensi untuk diolah sebagai pestisida organik. Akan tetapi bahan utama yang harus tersedia adalah urin atau air kencing kambing, domba, sapi, kelinci dan hewan ternak lainnya. Untuk memperjelas silakan simak bahan-bahan utama untukmembuat pestisida organik:

 1 - Urine / Air kencing (Domba,Kambing,Sapi,Kelinci dll)
2 - Mikroba Dekomposer (PHEFOC , Em4 atau merk lainnya)
3 - Daun Kecubung
4 - Daun Pepaya
5 - Serai
6 - Dringu/Dringo /Jeringau
7 - Ubi Gadung
8 - Daun kayu putih
9 - Tembakau 
10 - Daun Mimba
11 - Akar Tuba / Jenu
12 - Air cucian Beras yang pertama (Air Leri
13 - Dan Masih banyak tanaman lainnya yang berpotensi untuk dijadikanInsektisida, pestisida,fungisida

Cara Pembuatan Pestisida Organik


Cara membuat Pestisida,Herbisida, Fungisida organik cair ini adalah murni pengalaman pribadi yang kami peroleh dari HCS. Meskipun di daerah Anda tidak terdapat tumbuh-tumbuhan seperti di atas, cukup menggunakan atau memanfaatkan tumbuhan yang tersedia di sekitar tempat anda. 

Pengalaman Admin dalam membuat Pestisida organik cair, hanya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di daerah kami seperti:

 1 - Air kencing Sapi 50 liter (*Bahan Yang mudah kami dapat)
2 - Mikroba dekomposer kami menggunakan 4 botol *PHEFOC @500 ml (*Recom)
3 - Ubi Gadung 10 Kg
4 - Tembakau basah 5 Kg
5 - Air Leri 10 liter
6 - Daun Mimba 10 Kg
7 - Pandan Wangi 5 kg
8 - Serai 10 Kg

*CATATAN, Jumlah berat dan volume bahan di atas adalah untuk membuat pestisida organik kapasitas 100 liter. Jadi volume Air kencing adalah 50% dari total keseluruhan bahan, Jika anda ingin membuat dalam jumlah lebih banyak atau lebih sedikit volume-nya silakan anda konversi sendiri. Ukuran diatas untuk membuat 100 liter Pestisida organik.

Tahap Pembuatan Pestisida Organik Cair


Tahap atau cara pembuatan-nya, kesemua bahan-bahan dihaluskan dengan cara menggiling, tumbuk atau diblender. Setelah keseluruhan bahan sudah halus, selanjutnya masukkan urine / air kencing terlebih dahulu kedalam drum plastik kapasitas 150 liter. Ketika kita membuat pestisida organik dalam jumlah 100 liter sebaiknya gunakanlah drum yang lebih besar untuk menyisakan ruang.

Langkah berikutnya, setelah urin masukkan kesemua bahan yang telah halus  di tambah 4 Botol PHEFOC sambil di aduk-aduk hingga merata, kemudian drum ditutup rapat. Proses fermentasi yang dibutuhkan biasanya memakan waktu lebih kurang 4-5 hari jika menggunakan PHEFOC. 

Cara Aplikasi


Untuk aplikasi ke tanaman gunakanlah alat penyemprot (Spryer) , dengan takaran atau dosis 250 ml Pestisida organik : 15 - 20 liter air . Interval penyemprotan sebaiknya tiap 7 hari sekali, untuk pencegahan dan pengendalian hama tanaman silahkan baca juga cara menyemprot tanaman yang tepat

Manfaat Pestisida Organik Cair


Masih berdasarkan pengalaman pribadi, Aplikasi pestisida organik cair yang telah difermentasi mampu mengendalikan berbagai macam serangan hama tanaman padi, Seperti: Wereng, Ulat, potong leher, blast, kresek dll. Alhamdulillah berkat menggunakan pestisida organik, meskipun tanaman padi di lingkungan sekitar terserang beberapa penyakit seperti diatas, padi kami yang menggunakan pestisida nabati buatan sendiri tidak terserang.

Nah, demikian ulasan singkat tentang Cara Membuat Pestisida Organik Fermentasi, Semoga membawa manfaat untuk kita semua. Jika ada yang kurang silakan menyumbang ide atau pendapat Anda pada kolom komentar di bawah. SALAM Petani Organik Nusantara Tercinta