Rabu, 04 Mei 2016

Pengendali Hayati atau Bio Pestisida Alami

Tumbuhan penghasil pestisida nabati dibagi menjadi lima kelompok, yaitu:
  1. Kelompok tumbuhan insektisida nabati, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama insekta. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: piretrium, aglaia, babadotan, bengkuang, bitung, jaringau, saga, serai, sirsak, srikaya.
  2. Kelompok tumbuhan antraktan atau pemikat, adalah tumbuhan yang menghasilkan suatu bahan kimia yang menyerupai sex pheromon pada serangga betina. Bahan kimia tersebut akan menarik serangga jantan, khususnya hama lalat buah dari jenis Bactrocera dorsalis. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: daun wangi dan selasih.
  3. Kelompok tumbuhan rodentisida nabati, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama rodentia. Tumbuh-tumbuhan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai penekan kelahiran (efek aborsi atau kontrasepsi) dan penekan populasi, yaitu meracuninya. Tumbuhan yang termasuk kelompok penekan kelahiran umumnya mengandung steroid, sedangkan yang tergolong penekan populasi biasanya mengandung alkaloid. Dua jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai rodentisida nabati adalah jenis gadung KB dan gadung racun.
  4. Kelompok tumbuhan moluskisida, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama moluska. Beberapa tanaman menimbulkan pengaruh moluskisida, diantaranya: daun sembung, akar tuba, patah tulang dan tefrosia (kacang babi).
  5. Kelompok tumbuhan pestisida serba guna, adalah kelompok tumbuhan yang tidak berfungsi hanya satu jenis saja, misalnya insektisida saja, tetapi juga berfungsi sebagai fungisida, bakterisida, moluskisida, nematisida dan lainnya. Contoh tumbuhan dari keompok ini adalah: jambu mete, lada, mimba, mindi, tembakau dan cengkih.
Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu :
  • merusak perkembangan telur, larva dan pupa
  • menghambat pergantian kulit
  • mengganggu komunikasi serangga
  • menyebabkan serangga menolak makan
  • menghambat reproduksi serangga betina
  • mengurangi nafsu makan
  • memblokir kemampuan makan serangga
  • mengusir serangga
  • menghambat perkembangan patogen penyakit.
Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan pestisida nabati adalah :
  • murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani
  • relatif aman terhadap lingkungan
  • tidak menyebabkan keracunan pada tanaman
  • sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama
  • kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain
  • menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia. 
    Sementara, kelemahannya adalah :
    (1) daya kerjanya relatif lambat;
    (2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung;
    (3) tidak tahan terhadap sinar matahari;
    (4) kurang praktis;
    (5) tidak tahan disimpan
    (6) kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang.
Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya.  Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan  pestisida  nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada.  Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin.  Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.

Selasa, 03 Mei 2016

Membuat Pupuk Bokashi Praktis

KTMM - Bokashi merupakan pupuk kompos yang dibuat secara fermentasi yang terdiri dari bahan-bahan organik seperti kotoran ternak, sisa-sisa makanan, sampah organik yang berasal dari dapur, cacahan rumput atau jerami dan bahan organik lainnya. Bokashi merupakan fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme efektif (EM4) sebagai dekomposer, em 4 ini bisa dibeli ditoko-toko pertanian atau bisa juga dengan membuatnya. 

cara membuat pupuk bokashi

Cara pembuatan bokashi yang praktis

Siapkan bahan-bahan pembuatan bokashi berupa : 
  • Siapkan Jerami padi sebanyak 40 persen
  • Pupuk Kandang berupa kotoran sapi atau kambing 30 persen
  • Bekatul 20 persen
  • Cacahan batang pisang 10 persen
  • EM 4
  • Air secukupnya 
  • Gula pasir 250 gram yang sudah dilarutkan dalam air sebanyak 1 liter

Cara membuat bokashi :

Cacah jerami dengan ukuran 1-2 cm kemudian tumpuk, setelah itu cacah juga batang pisang kemudian keringkan, setelah kering campur bahan-bahan yang sudah dicacah dengan bahan yang lainnya, kemudian tutup media dengan menggunakan karung goni hingga rapat.
Kemudian biarkan selama 4-7 hari, selama itu kontrol media dan bolak-balikan agar tidak membusuk

Jenis-jenis Pupuk Organik

KTMM - Setelah kita mengetahui pengertian pupuk organik, saya akan sedikit membagikan pengetahuan saya tentang jenis-jenis pupuk organik.

Pupuk Organik pada dasarnya terbagi menjadi 2 jenis Yaitu Pupuk Cair dan Pupuk Padat Organik, namun secara keseluruhan terbagi menjadi 5 macam, apa saja? saya akan uraikan satu-persatu.

jenis-jenis pupuk organik
Pupuk Kompos
1.   Pupuk Hijau

Pupuk hijau adalah pupuk organik yang terbuat dari komponen daun tanaman hijau, jenis tanaman yang banyak dipakai sebagai pupuk hijau adalah dari tanaman familia Leguminoceae atau kacang-kacangan dan rumput-rumputan, kenapa? karena jenis ini mengandung bintil akar yang berfungsi mengikat nitrogen dari udara, sehingga menyebabkan tanah menjadi subur.

2.    Pupuk Kompos

Pupuk Kompos adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik yng mengalami pelapukan, kompos sendiri bisa dari jerami, sekam, alang-alang, bubuk gergaji, dedaunan dan kotoran hewan ternak juga terkadang termasuk kategori pupuk kompos setelah melalui proses permentasi dengan dicampur beberapa bahan organik lain.

3.    Pupuk Kandang

Pupuk Kandang merupakan pupuk yang terbuat dari kotoran ternak, bisa hewan ternak sapi, kambing, domba, atau kerbau. Pupuk Kandang mengandung unsur S, Mn, Br dan lain-lain yang terkadang tidak dimiliki oleh pupuk organik jenis lainnya. Pupuk kandang bisa digunakan sebagai pupuk dasar dan merupakan pupuk yang sangat diperlukan untuk kesuburan tanah.

4.    Pupuk Seresah

Pupuk ini merupakan pupuk yang dibikin dari pemanfaatan bahan organik yang tidak terpakai, atau limbah organik. seperti sampah organik, dedaunan kering, jerami kering, bubuk gergaji, tebsan rumput, tongkol jagung, buah-buahan busuk, dan lain-lain. Cara penggunaannya pun cukup praktis, hanya dengan menjadi penutup permukaan tanah disekitar tanaman dengan berfungsi sebagai penjaga kelembaban tanah, penghemat air, pencegah erosi, dan penjaga tekstur tanah agar tetap gembur dan subur.

pupuk cair organik
Pupuk Cair
5.    Pupuk Cair Organik

Pupuk Organik Cair, bisa juga dikatakan PPC (Pupuk Pelengkap Cair) biasanya dilakukan sebagai pupuk pelengkap dengan cara menyemprotkan pupuk cair kedaun atau dikocorkan/disiramkan pada permukaan tanah dekat tanaman. Pupuk ini bisa terbuat dari air kencing ternak atau dari permentasi bahan-bahan organik seperti buah-buahan busuk dan bahan pupuk organik lainnya.

Membuat Pupuk Kompos Organik Dengan Mudah

KTMM - Pupuk Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari bahan-bahan organik seperti jerami, dedaunan, dan kotoran hewan yang mengalami proses dekomposisi atau pelapukan terlebih dahulu. Cara Pembuatan pupuk organik sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri dirumah. langsung aja siapkan bahan bahannya.

Bahan-bahan Pupuk Organik


  1. Kotoran ternak. Sapi, kerbau, kambing dan domba (2 ton / 2000kg)
  2. Jerami yang dicacah terlebih dahulu kurang lebih 5-10 cm. (secukupnya)
  3. Arang Sekam (secukupnya), Sekam yang sudah dibakar namun tidak samapi menjadi abu. lihat proses pembuatan arang sekam
  4. Air (20 liter)
  5. EM4 (5 sendok makan)
  6. Gula pasir (5 sendok makan)
  7. Bubuk gergaji atau bisa juga dengan dedaunan dan bahan-bahan organik lainnya.
cara membuat pupuk kompos organik dengan mudah

Alat-alat yang diperlukan


  1. Sekop
  2. Cangkul
  3. Sarung tangan
  4. karung goni

Cara Pembuatan Pupuk Kompos Organik


  1. Siapkan media pembuatan pupuk, ditempat yang sejuk tidak terkena matahari langsung dan tidak kena hujan jika terjadi hujan.
  2. Larutkan EM4 dan gula kedalam air. 
  3. Lapisan pertama, Campurkan Kotoran ternak dengan arang sekam kemudian aduk hingga merata, setelah itu taburkan dekomposer (EM4 dan gula yang sudah dilarutkan dalam air) tadi secukupnya aduk hingga merata.
  4. Lapisan Kedua Taburkan jerami, dedak, bubuk gergaji dan bahan-bahan organik lainnya hingga merata kemudian siramkan dekomoser tadi.
  5. Setelah itu tutup rapat tumpukan bahan-bahan tadi dengan rapih dengan menggunakan karung goni dan jerami.
  6. Hari Kedua aduk adonan tersebut hingga merata dan tutup kembali rapat-rapat.
  7. Lakukan monitoring setiap pagi dan sore, dengan cara memasukan tangan (dengan sarung tangan) jika tangan kita tidak kuat menahan panas adonan maka adonan belum siap dipakai. aduk setiap melakukan monitoring.
  8. Biasanya hari ke empat adonan sudah siap, cara menceknya masukan tangan anda jika bisa menahan panas adonan maka pupuk kompos organik siap dipakai. 

Demikian lah cara membuat pupuk kandang, atau pupuk kompos organik yang saya pelajari sewaktu saya penelitian pertanian organik.

Selasa, 26 April 2016

Tips Menjadi Petani Yang Sukses

KTMM - Menjadi seorang petani tidaklah mudah, perlu kesabaran dan keuletan tersendiri. Menjadi petani kuncinya adalah harus sabar dan ulet, jika kita tidak sabar maka hasil yang kita harapkan tidak akan maksimal. Tapi jika anda ingin menjadi petani yang sukses jangan khawatir berikut tips dan trik untuk menjadi seorang petani yang sukses:
  1. Modal
    Tahap pertama untuk menjadi seorang petani adalah memiliki modal, mustahil jika kita ingin menjadi petani yang sukses tetapi modal pun tak ada. Kalau ga ada modal, bagaimana kita bisa membeli alat pertanian yang seseuai dengan kebutuhan misalnya cangkul, sabit, garbu, pupuk dan yang jelas modalnya besar adalah membeli lahan (tanah) atau sawah.
  2. Skill tentang pertanian
    Sedikit tahu tentang dunia atau ilmu pertanian sudah cukup untuk modal awal anda menjadi petani yang sukses, yang jelas pertajam pengetahuan anda tentang pertanian, search di google tentang kiat-kiat sukses menjadi seorang petani , atau mengikuti seminar-seminar tentang pertanian yang diselenggarakan oleh dinas pertanian setempat.
  3. Kemauan yang tinggi didasari niat
    Jika kita ingin menjadi petani yang sukses, harus memiliki kemauan dan niat yang tinggi. Jangan putus asa jika kita gagal panen, karena dengan gagal panen akan menambah pengetahuan kita, apa yang harus dilakukan selanjutnya berdasark kan pengalaman gagal panen tersebut.
  4. Kreatif
    Menjadi seorang petani adalah pekerjaan mulia, karena hasilnya dibutuhkan oleh banyak orang misalnya padi, buah, sayuran dan lain sebagainya. Jika kita kreatif dalam mengolah lahan yang kita miliki, aneka hasil panen kita akan kita peroleh dan bisa kita jual di pasar atau di warung. Jika jumlahnya besar bisa kita jual di pasar-pasar induk di kota anda. Kreatif disini maksudnya adalah memiliki berbagai tanaman seperti memiliki tanaman pangan berupa padi, memiliki tanaman bah-buahan di pekarangan kita, memiliki tanaman sayur-sayuran di pekarangan atau di ladang kita.
  5. Fokus
    Langkah selanjutnya adalah fokus, jangan kesampingkan pekerjaan ini, luangkan sepenuhnya untuk mengelola lahan pertanian anda, jangan di buat pekerjaan sampingan nanti hasilnya menyamping-nyamping. 
Demikian tips dan trik menjadi seorang petani yang sukses, semoga bermanfaat.

Cara Mengatasi Hama Keong

Hama keong mas atau golden apple snail adalah hama yang selalu menyerang saat musim tanam padi. Banyak cara untuk mencegah dan mengatasi hama keong. Banyaknya hama seperti keong dan wereng tidak akan membuat petani untuk putus asa dan selalu mencari ide kreatif untuk menangani hama keong. Keong mas walaupun bisa bersifat menjadi hama ternyata bisa juga bermanfaat untuk pertanian. Dari pada penasaran kita langsung saja baca dulu artikel ini.

Keong mas walaupun memiliki banyak hal yang merugikan petani tetapi ternyata juga memiliki manfaat yang banyak untuk petani diantaranya adalah keongmas adalah pemakan rumput. Keong mas akan menjadi hama bagi padi jika usia padi masih muda sehingga padi juga akan dimakan oleh keong mas. tetapi saat tumbuhan padi sudah mulai dewasa. Keong mas juga membantu membunuh rumput yang mengganggu tanaman padi.
Cara Mengatasi Hama Keong
Hama keong mas yang bermanfaat untuk pakan ternak.

Keong mas juga bisa digunakan sebagai makanan ternak gratis untuk bebek. Dengan banyaknya keong di sawah maka seorang peternak bebek bisa menghemat uang untuk pembelian pakan ternak seperti bekatul dan lain lain.
Untuk menyuburkan tanah. Keong mas adalah hewan yang memiliki nutrisi tinggi, kandungan nutrisi tinggi tentunya sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai kesuburan tanaman. Baik itu dengan dibuat pupuk padat ataupun pupuk organik cair. Akan kita bahasa pada pertemuan berikutnya.
Cara Mengatasi Hama Keong
Telur keong mas menempel pada tanaman padi

 Cara Mengatasi Hama Keong Mas

  1. Pemberian kapur pada area pesawahan. Pemberian kapur perlu dilakukan jika hama keong mas sudah sangat merajalela dan pastinya petani kewalahan mengatur air karena lokasi sawah di daerah rama misalnya. Maka pemberian kapur bisa mengurangi populasi keong mas.
  2. Membasmi telur keong mas. dengan membasmi telur keong mas berarti petani sudah memutus rantai dari keong mas. Tentu hal ini cukup efektif untuk mencegar penyebaran hama keong mas.
  3. Diambil untuk makanan ternak. Ini adalah cara paling efisien karena ramah lingkungan dan tentunya bermanfaat untuk petani. Bahkan di daerah sudah ada yang mulai budidaya keong mas untuk pakan ternak.

 Cara menghindari hama keong mas

  1. Cara paling efektif menghindari hama keong mas adalah dengan membuat sawah tidak basah atau selalu tergenang air. Membasahi sawah dengan air yang nyemek-nyemek (basah tetapi tidak terendam air) sangat efektif mencegah serangan hama keong mas. Walaupun keong mas banyak di sawah tetapi keong mas tidak akan naik untuk makan rumpun padi yang berada di tempat yang kering. 
  2. Menanam padi usia dewasa. Cara ini tidak direkomendasikan untuk petani yang memakai sistem of rice intensification (SRI) karena menanam padi usia dewasa menyebabkan pertumbuhan anakan tidak baik. Tetapi jika memakai sistem tanam padi Hazton hal ini perlu dicoba karena pada sistem tanam padi Haston semua tanaman padi adalah indukan dan tidak membutuhkan anakan.
  3. Memberi penghalang saluran air. Dengan memberi penghalang pada saluran air dapat mencegah keong mas dari sawah tetangga masuk ke sawah kita.
  4. Memberi makan daun pepaya dan daun singkong. Dengan memberi makan daun pepaya dan daun singkong maka keong mas akan berkumpul pada satu tempat. Pada saat itulah kita bisa mengambil dan memunguti keong mas yang sudah terkumpul. Cara seperti ini sangat manjur mengumpulkan keongmas dan menghilangkannya dari sawah kita. Karena secara otomatis pencari keong juga akan dengan mudah mengambil keong mas tanpa harus kita perintahkan. Jadi seperti sambil menyelam minum air. Sambil menanam padi kita bisa bersedekah kepada orang dengan cara membuat keong mas berkumpul pada suatu tempat supaya diambil oleh orang yang membutuhkan.
Terima kasih sudah membaca artikel tentang cara mengatasi hama keong mas. Semoga membantu petani di Indonesia. 

    Selasa, 19 April 2016

    MEMBUAT PAKAN TERNAK FERMENTASI


    Cara ini tergolong mudah dan relatif murah, praktis dan hasilnya sangat minati ternak adalah fermentasi dengan  menambahkan bahan mengandung mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik (contohnya: starbio, starbioplus, EM-4 dan lain-lain).

    Bahan-bahan

    Jerami/Rumput Gajah/Kolonjono/dll : 1 ton
    Urea : 6 kg
     Starbio atau bahan sejenis : 6 kg
      Air : Secukupnya

    Tempat

    Terlindung dan  terhindar dari hujan, sinar matahari langsung.

    Cara Pembuatan
    Jerami kering dilayukan selama ± 1 hari untuk mendapatkan kadar air mendekati 60%, dengan tanda-tanda jerami kita remas, apabila air tidak menetes tetapi tangan kita basah berarti kadar air mendekati 60%. 
     Jerami yang sudah dilayukan tersebut dipindahkan ke tempat pembuatan dengan cara ditumpuk setebal 20-30 con (boleh diinjak-injak) kemudian ditaburkan urea, bahan pemacu mikroorganisme (starbio atau bahan sejenis) dan air secukupnya kemudian ditumpuk lagi jerami seperti cara di atas sehingga mencapai ketinggian ± 1,5 m. 
     Tumpukan jerami dibiarkan selama 21 hari (tidak perlu dibolak-balik)
    Setelah 21 hari tumpukan jerami dibongkar lalu diangin-anginkan atau dikeringkan. 
    Jerami siap diberikan pada ternak atau kita stok dengan digulung, dibok dan disimpan dalam gudang. Tahan disimpan selama ± 1 tahun

    Catatan :
     Dalam membuat jerami fermentasi tidak perlu ditutup. Apabila membuat jerami fermentasi dalam jumlah sedikit tumpukan jerami bisa ditutup dengan sehelai karung goni.
    Selain jerami, bahan lain yang bisa di fermentasi untuk makanan ternak antara lain: alang-alang, pucuk tebu dll. Alang-alang dibuat fermentasi dengan dilayukan terlebih dahulu dan harus dipotong-potong antara 5-10 cm (bahan sama yaitu starbio dan urea).
    Fungsi urea pada proses pembuatan fermentasi adalah sebagai pensuplai NH3, ini digunakan sebagai sumber energi bagi mikrobia dalam poses fermentasi. Jadi disini urea tidak sebagai penambah nutrisi pakan. Bisa juga dikatakan sebagai katalisator dalam proses fermentasi. 
    Perbedaan Amoniasi dan Fermentasi, Amoniasi adalah suatu poses perombakan dari struktur keras menjadi struktur lunak (hanya struktur fisiknya) dan penambahan unsur N saja, sedangkan Fermentasi: adalah proses perombakan dari struktur keras secara fisik, kimia dan biologis sehingga bahan dari struktur yang komplek menjadi sederhana, sehingga daya cerna ternak menjadi Iebih efisien.