Senin, 31 Juli 2017

Membuat Cocopeat Sederhana

KTMM - Anda tahu cocopeat ? Cocopeat adalah salah satu media tanam yang sering dugunakan untuk budidaya berbagai macam tanaman, seperti metode hidroponik, cocopeat adalah media tanam alternatif yang sering digunakan sama dengan media tanam lainnya. Cocopeat juga sering disebut coco fiber atau coco coir. Di negara tropis seperti Indonesia bahan untuk membuat cocopeat sangat mudah ditemukan, karena banyaknya pohon kelapa yang tumbuh baik dan tersebar diseluruh daerah di Indonesia. Cara membuat cocopeat untuk media tanam sangatlah sederhana dan mudah.
Bahan untuk membuat cocopeat tersebut dibuat dari kulit ari ataupun sekam dari buah kelapa yang diolah hingga berbentuk butiran – butiran gabus. Cara membuat cocopeat cukup mudah, selain bisa memanfaaatkan sabut kelapa yang diperoleh dari limbah rumah tangga, bahan untuk membuat cocopeat biasanya banyak didapat dari limbah industri yang menggunakan kelapa sebagai bahan baku untuk pembuatan produknya. Contohnya industri nata de coco, industri tersebut hanya memerlukan air kelapa sebagai bahan baku utamanya dan limbah kelapa seperti sabut kelapa tidak mereka gunakan untuk produksi, malah itu menjadi limbah yang tak berguna untuk industri tersebut. Sabut kelapa itu sendiri adalah bagian luar dari buah kelapa yang membungkus tempurung kelapa.
Cocopeat dari sabut kelapa dimanfaatkan sebagai media tanam, karena mampu menahan unsur kimia dari pupuk maupun kandungan air bahkan mampu menetralkan kondisi keasaman tanah. Sehingga cocopeat sangat baik digunakan untuk media tanam. Cocopeat juga sangat cocok digunakan dalam budidaya tanaman hias, selain itu dapat membantu agar sinar matahari serta sirkulasi udara meningkat.
Sebelum masuk ke cara membuat cocopeat, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah bahan dan alat untuk membuat cocopeat.

Bahan dan Alat yang diperlukan untuk membuat cocopeat

  • Serbuk sabut kelapa 5,5 kg
  • Mesin pengayak sabut kelapa
  • Mesin press
Setelah bahan dan alat telah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah proses membuat cocopeat dari sabut kelapa.

Cara Membuat Cocopeat Dari Sabut Kelapa

  1. Pertama, serbuk dari sabut kelapa yang mentah dijemur terlebih dahulu dibawah terik matahari, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kadar air hingga prosentase kadar air 15% atau bisa dijemur selama satu hari.
  2. Untuk mengukur kadar air dari serbuk sabut kelapa ada cara yang manual yaitu dengan menimbang berat serbuk sabut kelapa, pertama siapkan wadah kemudian lakukan penimbangan, apabila bobot dari cocopeat lebih dari 1 kg, maka itu pertanda serbuk sabut kelapa masih ada kadar air di dalamnya masih diatas 15 %. Lakukan penjemuran hingga bobot serbuk sabut kelapa dibawah 1 kg.
  3. Apabila kadar air sudah sesuai dengan target yang di inginkan, cara membuat cocopeat selanjutnya yaitu serbuk sabut kelapa tersebut diayak. Serbuk sabut kelapa yang merupakan hasil dari pengayakan disebut dust. Sisa dari serbuk sabut kelapa yang telah diayak kemudian dipisahkan.
  4. Serbuk sabut kelapa yang kasar biasanya dipakai untuk bahan bakar untuk proses pembakaran batu bata. Sedangkan serbuk yang halus atau dust inilah yang akan digunakan sebagai media tanam cocopeat. Untuk pembuatan cocopeat dalam bentuk balok, dust dipadatkan menggunakan alat pengepress. Jika Anda ingin menjualnya Anda bisa mengemasnya ke dalam plastik agar tampilan menjadi rapih dan menarik.
  5. Untuk menjadikan cocopeat serbuk sabut kelapa sebagai pengganti media tanam berupa tanah, tambahkan air secukupnya pada cocopeat untuk mengembangkan, menguraikan serta menganginkannya. Pada dasarnya cocopeat sebagai media tanam sendiri terbagi beberapa jenis dan sesuai dengan teksturnya.
Itulah tadi beberapa tahapan cara membuat cocopeat, mulai dari tahap penjemuran serbuk sabut kelapa untuk mengurangi kadar air, cara mengukur kadar air agar sesuai dengan target yang di inginkan hingga pengemasan cocopeat agar bisa dijual. Selamat mencoba.

Rabu, 08 Maret 2017

Cara Agar Lahan Sempit Hasil Melimpah






KTMM - Memanfaatkan lahan sempit untuk bisnis dan memiliki lahan yang sempit memang sedikit kemungkinan untuk kita berbudidaya tanaman dengan jumlah hasil yang banyak. Jika anda berada di perkotaan atau anda memiliki lahan perkarangan yang sempit jangan berkecil hati karena anda tentu bisa berbudidaya tanaman.
Bukan tidak mungkin lahan sempit dan menguntungkan besar. Hal yang perlu anda ketahui sebelum membuat media tanaman di lahan sempit atau pekarangan, tentunya anda harus menyiapkan beberapa peralatan dan bahan-bahan yang menunjang keberhasilan anda.

Tentu lahan yang sempit membutuhkan lahan yang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Anda bisa menggunakan lahan yang bertingkat seperti hidroponik yang di tanam di lantai dua. Penanaman yang dilakukan dengan vartikal atau horizontal yang berjajar rapih sehingga tanaman tumbuh sesuai yang kita inginkan.
Tanaman yang biasanya digunakan adalah berjenis tanaman sayuran, tentunya sangat cocok sekali karena tanaman sayuran bisa di dipanen dengan singkat dan tidak terlalu membutuhkan terlalu banyak biaya yang mahal.
Ada beberapa jenis penanaman di lahan sempit dan tentunya dapat untung besar kemudian bisa anda kerjakan di rumah dengan memanfaatkan lahan kecil anda. Tentunya tidak menguras biaya yang besar. Biasanya dalam budidaya tanaman sekala kecil lebih irit dan perawatan sangat mudah di jangkau, berikut ini adalah penanaman yang cocok untuk lahan yang sempit :

1. Hidroponik

Dengan hidroponik sangat jelas sekali memudahkan anda untuk berbudidaya secara menguntungkan. Banyak keuntungan yang bisa anda peroleh dengan sistem budidaya ini diantaranya adalah hasil produk yang anda tanam kemungkinan besar bersifat organik dan segar. Ruang yang di butuhkan hidroponik biasanya membutuhkan 1-2 meter dan itu bisa menampung 20 sampai 25 tanaman setiap lubang tanam.
Banyak jenis dalam budidaya secara hidroponik diantaranya tanaman dengan memanfaatkan paralon dengan ukuran yang kita buat sendiri. Anda bisa mengkreasikan model bentuk dan ukuran.
Hidroponik adalah sistem budidaya yang menggunakan air sebagai media utamanya, tanaman bisa tumbuh dengan baik tanpa menggunakan tanah. Namun pada dasarnya tanaman membutuhkan sumber unsur hara yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidupnya. Kandungan unsur hara yang terdapat pada tanah sangat lengkap namun dengan nutrisi buatan bisa di terapkan pada air, sehingga air bisa digunakan sebagai media untuk mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman.
Unsur hara yang dibutuhkan ini sudah banyak tersebar di pasaran atau toko pertanian yang bisa anda beli sangat terjangkau atau anda bisa meraciknya sendiri.
Namun saya lebih condong menyarankan anda untuk bertanam dengan sistem hidroponik hidroponik wick. Banyak keuntungan dari hidroponik wick, diantaranya tidak membutuhkan modal yang besar namun anda bisa mendapatkan hasil yang tentunya bagus. Hidroponik wick dibuat menggunakan botol mineral plastik atau dengan botol lainya, jika anda ingin membuat hidroponik ini klik disini.

2. Pot

Budidaya menggunakan pot tentu sudah umum kita lakukan, anda cukup mengkreasikan tanaman yang ada di pot. Banyak sekali pot dipasaran dengan harga yang beragam dan banyak sekali bentuknya. Yang ditanam pada pot ini jika anda lihat di pekarangan rumah kebanyakan yang di tanam adalah tanaman hias dan jarang sekali ditemukan dengan tanaman budidaya yang ada di lahan pertanian.
Tergantung pada lokasi anda berada dan berapa luas lahan sempit anda di pekarangan. Jika anda di daerah yang tinggi maka anda cocok untuk bertanam sayuran di pot dan jika anda di dataran rendah maka sesuaikan dengan tanaman apa yang cocok di dataran rendah anda.
Untuk media yang anda butuhkan seperti arang sekam, tanah, pupuk kompos itu saja sudah cukup untuk media tanaman di pot. Perbandingan campuran yang dibutuhkan adalah 1:1:1. Penanaman yang di lakukan cukup mudah, saya rasa anda membutuhkan pot yang berkaki agar sorkulasi udara yang masuk ke dalam akar tanaman lancar dan air yang mengalir ketika di siram benar-benar turun ke bawah.

3. Dalam Kontainer

Cara memanfaatkan lahan sempit untuk bercocok tanam anda bisa memanfaatkan kontainer, tentu anda sudah mengenal kontainer, jadi saya tidak perlu menjelaskan lagi kontainer kepada anda. Lahan yang sempit sebenarnya bisa di olah secara terus menerus, menurut saya pribadi memang benar lahan sempit menghasilkan produk yang sedikit namun jika kita berbicara perawatan maka lahan sempit memiliki keunggulan yang sangat menonjol. Ya dalam lahan yang sempit memungkinkan kita untuk merawat tanaman dengan terkontrol penuh.
Masukan media tanam seperti tanah, arang sekam dan pupuk kompos dan aduk sampai rata dengan perbandingan 1:1:1. Pupuk kompos atau pun pupuk kandang usahakan jangan yang belum matang, pupuk harus benar-benar di pastikan matang dan siap digunakan sebagai media.
setelah bahan yang sudah terkumpul itu sudah di aduk merata kemudian masukan media tanam di masukan kedalam kotainer dan ratakan dengan gembur, buat lubang tanam dan masukan benih kemudian siram. Usahakan tanaman anda terkena matahari jangan sampai tertutup atau terlalu teduh (gelap).

4. Berkebun Vertikal.

Menanam tanaman dengan cara ini sudah banyak digunakan di perkotaan dan sistem vertikal ini berkesan pekarangan lahan kecil anda terlihat subur dan rimbun. Untuk membuat kebun vertikal caranya sangat mudah sekali anda cukup menanam tanaman dengan menggunakan paralon bekas sebagai media penyangga, atau anda bisa menanam dengan tanaman yang bersifat peredu.
Di beberapa daerah jika anda membuat pekarangan kecil sebagai ladang usaha sampingan saya rasa tanaman peredu seperti sahang cocok untuk di tanam. Tanaman ini memiliki ekonomis yang tinggi (daya jual yang tinggi), di pasaran 3 gram sahang di jual seharga sampai Rp. 400 – Rp. 500 tidak menutup kemungkinan jika anda menanam tanaman ini dengan jumlah kecil memiliki pendapatan hasil panen yang besar.

5. Kebun buah buatan

Kebun buah buatan merupakan penanaman pohon di depan rumah dengan tanaman buah – buahan seperti anggur, mangga dan lainnya. Cara penanaman sangat umum, anda hanya membutuhkan lubang tanam di pekarangan rumah kemudian berikan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah matang, kemudian anda tanam benih yang bagus ke dalamnya.

6. Pohon mikro

Istilah ini untuk tanam cabut, saya ambil contoh dengan kasus penanaman toge. Anda tidak perlu lahan yang luas untuk menanam toge cukup dengan wadah yang berukuran cukup besar untuk menanam dan memasukan biji kacang hijau ke dalam wadah tersebut jika anda ingin menanam klik disini. Pohon makro membutuhkan wadah yang kecil pun sudah cukup karena dipanen dengan jangka waktu yang relatif singkat dan di konsumsi secara segar.

7. Kebun Atap Rumah

Khusus buat anda yang tidak memungkinkan lagi untuk berkebun di tanah atau di pekarangan rumah dan lahan sempit, anda bisa berkebun dengan memanfaatkan lantai dua rumah anda untuk menanam. Caranya mudah sekali, seperti halnya berbudidaya di pekarangan rumah biasanya namun anda terapkan konsep tersebut ke lantai dua rumah anda.

Jenis Ide Untuk Bertani Lahan Sempit Agar Untung Melimpah

Sekarang dengan bertambahnya jumlah penduduk di muka bumi ini mengakibatkan lahan yang mulanya untuk bertani menjadi perumahan penduduk. Ini mengakibatkan semakin mahalnya lahan di dunia ini, bukan tidak mungkin kalau esok tidak adanya petani di muka bumi ini. karena para generasi muda sekarang memilih bercita cita selain petani, mungkin ada namun sedikit jumlahnya. Jika lahan di dunia ini semakin sempit, dan para petani telah beralih profesi yang lain, terus pertanyaan saya adalah bagaimana kita akan makan jika bahan makanan telah habis?
Jadi petani bukanlah profesi yang memalukan, justru petani adalah pahlawan. Walaupun anda mempunyai tidak mempunyai lahan yang luas, anda masih bisa melakukan bertani. Tetapi anda juga harus mempunyai keinginan yang kuat dan mempunyai Ilmu Pengetahuan yang cukup. Usaha ini dengan modal yang sedikit tetapi mempunyai keuntungan yang banyak.
bertani-lahan-sempit

1. Menanam Tanaman Obat.
Dengan memanfaatkan lahan sempit, anda masih bias meraup uang dengan mudah yaitu anda dengan menjual tanaman Obat. Anda bias menanam apa saja yang beruhubungan dengan Obat, Anda bisa menanam seperti Lidah buaya. Anda bisa mananam lidah buaya di pot atau tempat yang sempit. Manfaat dari lidah buaya adalah bisa menyembuhkan luka pada kulit. Jika anda benar bersungguh sungguh anda pasti akan bisa meraup keuntungan dari petananaman Tumbuhan ini.

2. Menanam Komoditas Yang Berjual Tinggi.

Anda bisa memanfaatkan lahan sempit anda dengan menanam komoditas yang menurut anda bernilai tinggi. Misal Saat bulan ini terjadi musim kemarau di sebuah tempat yang menanam Cabai, Anda bisa memanfaatkan ini dengan anda menanam Cabai. Anda bisa menanam cabai ini di Pot atau Lahan Sempit lainnya. Jika sudah masa panen, inilah keuntungan anda, anda bisa menjualnya di Tetangga atau anda bisa memanfaatkannya sendiri. Ini merupakan cara yang menghemat Dana.

3. Menghasilkan Bibit Unggulan.

Jika memang anda mempunyai lahan yang sempit, anda mungkin harus coba ini, yaitu anda bisa menjual bibit unggulan dari hasil tanaman yang anda tanam. Misal anda ingin menjual Bibit Cabai Unggul, Anda pertama Harus menanam Cabai dan anda harus benar benar merawatnya. Setelah tumbuh cabai, anda bisa mengambil bibit cabai itu untuk dijual.
Itulah cara cara alternatif jika anda hanya mempunyai lahan yang sempit dikarangan rumah anda. Cara cara itu bisa anda lakukan sendiri dirumah, Jika anda mempunyai lahan yang luas, Itu lebih menguntungkan anda. Sebelumnya anda harus mempunyai Ilmu yang Cukup untuk melaksanakan Bisnis ini. Mengapa? Seharusnya anda mempunyai ilmu cara bertanam aja sudah cukup, tapi anda harus bisa mengoptimalkan dari Bisnis ini.

Jumat, 30 September 2016

Populasi Ternak Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri Bulan September 2016

Galery Kunjungan Dari Magelang Jawa Tengah

PPL Kecamatan Sawoo kabupaten Ponorogo
Sabar Menunggu Rombongan dari Kabupaten Magelang
Selamat Datang Bapak Mardianto Camat Kecamatan Sawoo

Selamat Datang Rombongan Bus 1 dari Kab. Magelang
Selamat Datang Rombongan Bus 2 dari Kab. Magelang
Ramah Tamah Dengan Muspika dan Dinas Kab. Ponorogo
Menunggu Acara di Mulai Boleh Main HP atau WA dulu 
Sambil Menunggu Acara di Mulai Boleh Main HP /WA
Sambil Menunggu Acara di Mulai Boleh Main HP / WA 
Bapak Camat Mengucapkan Selamat Datang Kepada Rombongan dari Magelang



Ibu Indah Sayekti Membrikan Sambutan Mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo


Kelompok Tani Muda Mandiri Terima Kunjungan dari Kelompok Tani, PPL dan BPPKP Kabupten Magelang Jawa Tengah


KTMM – Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri merupakan salah satu kelompok tani yang mulai mengenalkan dan mengembangkan konsep organik yang berada di kawasan Desa Tugurejo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Meskipun baru berusia enam bulan, kelompok tani ini mampu mengembangkan atau membudidayakan tanaman sayuran yang mampu memenuhi kebutuhan keluarganya. 

Di saat gelora dan semangat sedang membara mengolah lahan organik kelompok, Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri kedatangan tamu dari Perkumpulan Kelompok Tani dan  BPPKP (Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan)  Kabupaten Magelang Provinsi Jawa tengah. Setelah sebelumnya kedatangan tamu dari PT. Nusa Raya Makmur. Rombongan Perkumpulan Kelompok Tani dan  BPPKP (Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan)  Kabupaten Magelang  sebanyak 57 orang yang terdiri atas petugas dan petani Kabupaten Magelang. Maksud dan tujuannya adalah melakukan kunjungan dan sharing tentang pertanian dan peternakan organic.
 
Suasana Sharing Organik di Poktan Muda Mandiri
Kedatangan rombongan dari Magelang tersebut terasa sangat membanggakan bagi Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri sekaligus motivasi yang baru bagi mereka karena Visi "Go Organik" yang dicanangkan, terdengar gaungnya hingga sampai ke Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah.

Bapak Mardianto Camat Kecamatan Sawoo Memmberikan sambutan Selamat datang
Bapak Mardianto selaku camat Kecamatan Sawoo memberikat ucapan selamat datang kepada rombongan dalam sambutannya bapak Mardianto  menyampaikan turut bangga dengan apa yang telah dicapai oleh Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri dan juga mengatakan bahwa dengan potensi yang muda-muda Perkumpulan kelompok Tani Muda Mandiri pasti mampu mengolah potensi yang ada di Desa Tugurejo Kecamatan sawoo Kabupaten Ponorogo. Beliau juga berharap nantinya Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri ini mau belajar lebih dan lebih belajar tentang organic sehingga nantinya Desa tugurejo Kecamatan sawoo menjadi icon organic di Kabupaten Ponorogo.
 
Ibu Indah Sayekti Memberikan Sambutan
Ibu Indah Sayekti selaku Ketua Bapeluh Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo juga menyampaikan turut bangga dengan apa yang telah dicapai oleh kelompok karena dengan umur yang masih sangat muda ini Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri mau dan mampu mengenalkan dan mengembangkan konsep organik yang berada di kawasan Desa Tugurejo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Ibu Indah juga menyatakan kunjungan ini adalah untuk berbagi ilmu dengan para petani di Kabupaten Magelang. Karena sistem pertanian organik di Kabupaten Magelang sudah tertata dengan rapi dan dapat dilaksanakan di lahan petani, sedangkan di Desa Tugurejo Sawoo sendiri masih dalam skala rumah tangga, beliau berharap nantinya dapat melaksanakan pertanian organik secara optimal.
 
Mas Edi Susilo dan Mas Nanang Memaparkan Kegiatan di Poktan Muda Mandiri 
Edi Susilo selaku penyampai materi dari Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri Desa Tugurejo Kematan Sawoo Kabupaten Ponorogo menuturkan awalnya perkumpulan ini berdiri dari kebiasaan warga Ponorogo yang suka ngopi dan begadang dari para petani muda di Desa Tugurejo Sawoo. Semangat yang menggelora dari para anggota untuk benar-benar meng-organikkan lahan dan wira usaha serta berternak maka munculah ide mendirikan Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri yang rumusan kedepan mencanangkan target wisata kawasan organik. Dalam pengembangannya Kelompok tidak perlu mendatangkan bahan baku dari luar, karena prinsip organik adalah memanfaatkan potensi yang ada di lahan tersebut (lokalita). Anggota kelompok juga sudah mahir menentukan kebutuhan pupuk berdasarkan pengamatan dan ahli di bidang masing-masing. Edi juga mengatakan bahwa perputaran uang dari usaha anggota di Perkumpulan Kelompok Tani Muda mandiri Desa Tugurejo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo per bulan kurang lebih 1,2 milyar rupiah. Yang terdiri dari usaha :

Mas Edi Dengan Usaha Daging Sapi dan Selepnya
Mas Agus Dengan Usaha Krupuknya
Mas Abidin Dengan Usaha Jamurnya

 
Mas Dio Dengan Usaha Jamurnya
No
Jenis Usaha
Perputaran uang /hari
Perputaran uang /bulan
1
2
3
4
1
Sapi
Rp. 25.000.000
Rp.     750.000.000
2
Kerupuk Bawang
Rp.   3.500.000
Rp.     105.000.000
3
Telur Puyuh
Rp. 10.000.000
Rp.     300.000.000
4
Jamur
Rp.      250.000
Rp.         7.500.000
5
Kambing
Rp.   1.000.000
Rp.       30.000.000
6
Vitamin Ternak
Rp.        50.000
Rp.         1.500.000
7
Cilok
Rp.      200.000
Rp.         6.000.000
JUMLAH
Rp. 36.450.000
Rp.  1.200.000.000
 
Ir. Eko Perwakilan dari Rombongan Kab. Magelang Menyampaikan Sambutannya
Ir. Eko dari BPPKP Kabupaten Magelang dalam sambutannya mengucapkan Harapan yang besar dengan adanya kunjungan ini dapat mendapatkan informasi serta teknologi yang tepat mengenai organik serta mengucapkan terima kasih atas ilmu yang ditularkan kepada para petani Magelang. Bapak Ir. Eko berharap study yang diperoleh dari Ponorogo tidak menjadi ilmu yang sia-sia bagi para pelaku utama di Kabupaten Magelang. Begitu juga sebaliknya ilmu organik yang ditularkan oleh para petani Magelang juga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi para pelaku utama di Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri
 
Penyerahan Oleh-oleh Hasil Pertanian Organik Kab. Magelang

Penyerahan Kenang-Kenangan Reog Ponorogo

Menutup rangkaian kegiatan, Ir. Eko menyerahkan kenang-kenangan berupa bingkisan oleh-oleh hasil pertanian organik petani kabupaten Magelang kepada Perkumpulan Kelompok Tani Muda Mandiri. Rombongan petani, PPL dan BPPKP Kabupaten Magelang menerima cenderamata yang diserahkan oleh Bapak Hartono Ketua Kelompok Tani Muda Mandiri Desa Tugurejo Kecamatan Sawoo kabupaten Ponorogo.
Sayonara Menuju Kabupaten Magelang