Minggu, 27 Maret 2016

Memperbanyak Anakan Padi

KTMM - Salah satu factor yang mempengaruhi hasil panen padi adalah jumlah anakan padi yang banyak, oleh karena itu banyak petani melakukan bermacam-macam perawatan untuk banyak anakan padi. Berikut cara memperbanyak anakan padi yang sangat mudah untuk diaplikasikan:
  1. Menanam bibit yang masih berusia muda
Dengan melakukan penanaman bibit sedini mungkin hal ini dimaksudkan agar nantinya perakaran akan semakin mapan dan menghasilkan anakan yang semakin banyak dan akan meningkatkan potensi produktivitas padi. Selain itu menanam padi di usia muda juga dapat mengurangi resiko stress pada tanaman. Usia tanam terbaik adalah antara 10-15 hari setelah sebar.
  1. Pemberian pupuk Phospat seawal mungkin
Pupuk Phospat seperti SP36 harus diberikan seawal mungkin 2-3 hari sebelum tanam, karena pupuk jenis ini membutuhkan waktu yang agak lama untuk terserap oleh tanaman padi. Pada pupuk Phospat ini mengandung Unsur P yang berfungsi untuk merangsang pembentukan akar. Apabila pemupukan menggunakan Phospat ini dilakukan seawal mungkin diharapkan perakaran makin kuat makin banyak dan semakin panjang dalam pembentukan akar sehingga akan banyak menghasilkan anakan.
  1. Pemberian pupuk Nitrogen dilakukan sedini mungkin.
Pemberian pupuk yang mengandung unsure nitrogen seperti urea hendaknya paling lama 5 hari setelah tanam harus sudah dilakukan pemupukan. Unsur Nitrogen merupakan salah satu hal mendasar dalam membantu pembentukan anakan, oleh karena itu saat proses pembentukan anakan ketersediaan unsur ini harus terpenuhi.
  1. Bibit Ditanam Dangkal
Penanaman bibit ditanam hanya 1-2cm, karena apabila penanaman dilakukan terlalu dalam pertumbuhan anakan akan kehabisan waktu hanya untuk menembus lapisan tanah penutupnya.
  1. Pengairan dilakukan secara intermiten atau berselang.
Pengaturan pengairan juga harus sangat diperhatikan agar anakan padi banyak, pengiran dilakukan secara berselang dan usahakan tanaman padi tidak tergenang dalam waktu yang lama.
  1. Pilih dan gunakan Varietas padi yang anakanya banyak
Karena setiap varietas padi berbeda kemampuan dalam hal pembentukan anakan maka pilihlah jenis padi yang memiliki anakan paling banyak.
  1. Atur jarak tanam jangan terlalu rapat.
Usahakan menggunakan Sistem Jajar legowo karena system ini mempunyai sela yang luas yang cukup untuk tumbuh anakan-anakan padi secara bebas dan sehat.
  1. Diberikan Zat Pengatur Tumbuh (hormon tanaman)
Sebaiknya kita juga memberi zat Pengatur Tumbuh seperti zat sitokinin dan giberelin. Berikan pupuk organik padat sebagai salah satu penyubur dan pembenah tanah. Hal ini kaitanya dengan kesuburan tanah anda, jumlah dan takaranya tergantung kesuburan tanah.
  1. Pengendalian hama dan penyakit.
Berikut ini adalah hama yang bisa berpotensi mengurangi anakan padi keong mas, sundep dan tikus. Sedangkan penyakit yang membahayakan saat pembentukan anakan padi adalah penyakit busuk pangkal batang padi.

Pembuatan POC Dari Air Cucian Beras

KTMM - Air cucian beras mengandung Karbohidrat sebesar 85 % hingga 90 %  yang berupa pati , gula , protein , glutein , selulosa , hemiselulosa dan juga beberapa jenis  vitamin B  yang tergolong cukup tinggi. Sehingga air cucian beras ini sangat baik dalam pembuatan POC.
Air cucian beras ini mengandung mikroba Pseudomonas fluorescens yang dapat beradaptasi dengan cara mengkloning system perakaran tanam. Serta memiliki kelebihan dapat mensintesis metabolit untuk proses menghambat perkembang biakan pathogen.
Kebanyakan petani Organik menggunakan air cucian beras ini sebagai bahan dalam pembuatan POC, dengan pemanfaatan air cucian beras ini untuk membuat pupuk hayati dapat meningkatkan kekebalan dan kesuburan tanaman terhadap berbagai macam serangan penyakit.
Manfaat Air cucian beras bagi tanaman:
Air cucian beras ini sangat baik untuk menyuburkan tanaman , karena pada saat proses penggilingan dan poles beras : Rata-rata sekitar 80 persen VITAMIN B1 , 70 persen  VITAMIN  B3 , 90 persen  VITAMIN  B6 , 50 persen mineral mangan (Mn) , 50 persen  mineral fosfor (P) ,  60 persen zat besi (Fe), 100 persen serat pangan dan asam lemak esensial telah hilang pada waktu proses memproduksi gabah menjadi beras.
Dengan tingginya berbagai Nutrisi yang terkandung pada air cucian beras , tentu sangat disayangkan jika air ini hanya di buang begitu saja . kita harus bisa memanfaatkan air ini sebagai bahan dasar pembuatan pupuk hayati yang sangat ramah lingkungan dan menyuburkan tanaman.

Bumina dan Yumina, Teknik Baru Budidaya Ikan Sekaligus Berkebun

KTMM – Akhir-akhir ini, sering kita jumpai bermacam-macam model pertanian modern seperti hidroponik, akuaponik hingga sistem polybag organik, semakin berkembang di tengah-tengah masyarakat akibat semakin menyempitnya lahan pertanian.
Pemerintah juga tengah mendorong penggunaan teknologi pertanian modern, untuk menggantikan sistem konvensional yang selama ini membuat tingginya biaya produksi. Kini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui Balitbang KP berhasil menciptakan teknik bertani yang disatukan dengan kolam ikan dengan sebutan Bumina dan Yumina.
“Bumina itu buah dan ikan, sedangkan yumina artinya sayuran dan ikan,” ucap Sujimanto, Kepala penyuluhan pertanian Desa Cempoko Sawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Menurut Sujimanto, baik teknik Yumina maupun Bumina sampai saat ini baru diperkenalkan di Kabupaten Boyolali saja khususnya di Desa Cempoko Sawit.
BALITBANG KP - Perkenalkan Sistem Bumina dan Yumina
BALITBANG KP – Perkenalkan Sistem Bumina dan Yumina
Bumina dan Yumina merupakan teknik bertani dimana pada bagian pinggir kolam ikan berdiri deretan pot-pot ukuran sedang yang bisa ditanami oleh aneka buah dan sayuran, untuk proses penyiramannya sendiri dilakukan melalui pipa-pipa yang saling terhubung antar pot yang secara otomatis menyedot air kolam lalu dialirkan ke pot-pot yang sudah saling terkoneksi pipa tersebut.
“Jadi, airnya mengalir secara bergantian selama 10 menit sekali ke sisi kanan dan sisi kiri kolam, pompa airnya sudah dibuat begitu jadi selama 10 menit teraliri air, lalu surut dan 10 menit kemudian teraliri air lagi. Begitu seterusnya secara bergantian antara sisi kanan dan sisi kiri kolam,” jelas Sujimanto.
Dikatakan Sujimanto, keunggulan dari sistem Bumina dan Yumina ini yaitu dapat memanfaatkan satu lahan untuk melakukan budidaya ikan sekaligus bertani sayur-sayuran maupun buah-buahan.
Kelebihan lain dengan menggunakan sistem ini yaitu selama proses perawatan, tanaman tidak perlu di pupuk karena nutrisi sudah tersedian dari aliran air yang membawa feses ikan sehingga tercipta pertanian yang organik.
Hasil dari Sistem Bumina dan Yumina-Kabartani.com
Hasil dari Sistem Bumina dan Yumina
Sujimanto menambahkan, model Bumina dan Yumina ini sangat cocok dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga atau ibu-ibu PKK karena perawatannya mudah dan tidak harus memerlukan lahan yang luas.
Sebagai media tanam, pot sayuran bisa diisi dengan batu ekrikil pada bagian dasar, lalu ditutupi oleh akar aren.
Bagaimana, Apakah anda tertarik untuk mencoba sistem ini?

Senin, 21 Maret 2016

BIOVILLAGE

KTMM - Biovillage berbasis kearifan lokal merupakan sebuah model pengembangan pedesaan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada dan menggunakan pengetahuan yang khas milik suatu masyarakatatas budaya tertentu yang telah lama berkembang di masyarakat. Pengembangan Biovillage antara lain :

1. Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

  • Pemanfaatan minyak jelantah menjadi Biodiesel
  • Pendaur ulangan sampah plastik menjadi kerajinan
2. Pemanfaatan Limbah Hewan Ternak
  • Pemanfaatan sisa buangan dari peternakan menjadi biogas
  • Penggunaan sisa buangan hasil pembuatan biogas menjadi pupuk organik padat
  • Pemanfaatan urine hewan ternak sebagai pupuk organik cair
3. Pengembangan Sumber Energi Alami
  • Pemanfaatan tenaga matahari, angin dan air sebagai pembangkit tenaga listrik
  • Mencipakan sumber energi alternatif seperti Biogas, Biodiesel, Bioetanol dan lain-lain
4. Penggunaan Mikrobiologi Dalam Perladangan Untuk Mempertahankan Ketahanan Pangan Desa
  • Mengelola bibit unggul
  • Membuat pangan dari hasil perladangan

Minggu, 20 Maret 2016

Mudahnya Menumbuhkan Buah Naga dari Biji

KTMM - Buah naga sangatlah eksotik. Warnanya yang menarik, bentuknya yang cantik, serta rasa yang lezat. Namun bagi yang ingin menanam, terkadang kesulitan untuk mendapatkan bibitnya. Jangan khawatir, karena kita bisa membuat bibit sendiri dari bijinya. Willem VC, seorang praktisi pertanian, menunjukkan rangkaian gambar sehingga Cara membuat bibit buah naga dari biji sangat sederhana. 

1. Siapkan satu buah naga. Anda bisa membelinya di toko buah atau pasar.      Belah buah naga yang telah disiapkan.

2. Gunakan sendok untuk mengambil bagian dalam buah.



3. Hancurkan kemudian ratakan diatas piring agar mudah kering.



4. Proses pengeringan di piring. Jangan menggunakan kertas, karena akan lengket.




5. Lihatlah, benihnya bersinar.



6. Setelah kering, biji mudah untuk dikumpulkan karena bagian putih buahnya melekat pada piring. 


7. Siapkan kotak kue/kardus. Berikan alas kertas koran atau kapas, kemudian basahi. Sebar biji buah naga pada alas tersebut. Tunggu hingga mulai proses germinasi seperti pada gambar.  


8. Mulai tumbuh


9. Elongasi hipokotil, kotiledon masih tertutup. 

10. Siapkan media tanam dengan campuran tanah lembut dan kompos dengan perbandingan 1:1. Sebar biji yang mulai tumbuh secara merata. Tutup dengan tanah halus.

11. Setelah ditanam pada kotak plastik, dua lembar daun mulai tumbuh dan mulai tampak duri kecil. Bibit perlu disiram dengan tepat.


12. Mulai tumbuh dan nampak duri-duri kecilnya. Perhatikan pula akar kecil yang berwarna putih. 


12. Kaktus muda mulai tumbuh dengan cepat.


13. Dan inilah sekotak penuh bibit buah naga.



Nah, tinggal menunggu bibit siap untuk ditanam. Tunggu hingga ukuran bibit agak besar. Mudah bukan?

Perbanyakan tanaman menggunakan biji termasuk dalam perbanyakan tanaman secara generatif. Jikalau disekitar anda telah ada tanaman buah naga, maka anda juga dapat memperbanyak tanaman dengan menggunakan stek. 

Sahabat Gagas Pertanian, beginilah cara membuat bibit buah naga dengan biji. Semoga bermanfaat. 

Jumat, 18 Maret 2016

Stress Tanaman

STRESS TANAMAN
Tanaman dengan daun berwarna hijau menyerap gelombang cahaya merah dan biru untuk memasak makanannya pada bilah-bilah daun (photosintesa) sekaligus menolak atau memantulkan gelombang cahaya hijau, disebabkan ini kita melihat pantulan daun dengan warna hijau. Dengan memanfaatkan kondisi inilah kita dapat mendeteksi stress tanaman, yaitu tanaman dapat diketahui kondisinya dengan melihat kemampuan daun dalam menyerap kedua gelombang (merah dan biru), seandainya kemampuan ini berkurang pada daun dengan indikasi nyata yang terlihat, maka kondisi daun diketahui mengalami stress, tingkat stress ini bergantung dari warna yang kita deteksi. Stress tanaman ini juga mengindikasikan kondisi bagian tanaman sedang merana dan dapat dilakukan pengamatan langsung pada tanaman mulai dari tanah, air dan tanaman sesuai wilayah area dengan perubahan warna pada daun yang terlihat setelah kita filter dahulu.
ALAT MELIHAT BAGIAN STRESS TANAMAN
Mata===>(lembaran filter merah + lembaran filter biru)================> objek daun tanaman
Alat ini dibuat sendiri dengan memanfaatkan lembaran plastik transparan merah dan biru yang dipadukan, untuk plastik lembaran bening transparan dengan warna merah atau biru (cari dengan warna paling tua transparan) anda dapat mencarinya pada toko penjilidan photocopy terdekat biasanya dijual sebagai cover jilid transparan, apabila anda beruntung anda dapat membelinya, apabila kurang beruntung sebaiknya anda cari toko photocopy lainnya (heheheheh...), kemudian paduan filter ini dapat dibentuk menjadi kacamata seperti kalau kita hendak menonton bioskop 3D, atau ditempelkan pada kacamata biasa dengan selotip sehingga berfungsi untuk mengamati tanaman menjadi mudah.
  1. Kondisi setelah melalui Filter merah dan biru (ungu) bagian daun tanaman terlihat gelap/coklat ini mengindikasikan tanaman sehat disebabkan hampir semua radiasi gelombang merah dan biru diserap oleh daun tanman, hanya hijau yang dipantulkan dan terlihat gelap pada filter ini
  2. Kondisi setelah melalui Filter merah dan biru (ungu) bagian daun terlihat terang kemerahan atau kebiruan, ini mengindikasikan bagian tanaman mengalami stress terhadap sesuatu yang harus kita lakukan pengamatan di area tersebut, ini disebabkan tidak semua gelombang merah dan biru mampu diserap oleh daun tanaman (dipantulkan) dengan kata lain kemampuan photosintesi yang terganggu berdampak langsung pada kesehatan tanaman.

Membuat Pupuk Hijau/Organik

1. Membuat pupuk Mikroba Efektif sederhana atau EM
Pupuk EM adalah pupuk mikroba organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah. Beriikut langkah-langkah pembuatan sederhana pupuk menggunakan EM :
Bahan-bahan :
  • Susu murni tanpa pengawet
  • Isi usus ayam atau kambing
  • 1/4 Kg terasi tradisional
  • 1 Kg gula pasir yg butek/coklat
  • 1 Kg Bekatul
  • 1 buah nanas
  • 10 Liter air bersih non-PDAM
Alat-alat yang diperlukan :
Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara pembuatan :
  • Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
  • Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
  • Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
  • Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
  • Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.
2. Membuat Pupuk Mikroba Super yang lebih baik lagi, metoda Organik Hijau
Bahan-bahan :
  • 1 kapsul 500 mg berisi mikroba-mikroba dorman yang dapat dipesan ke Organik Hijau
  • 100 ml Pupuk EM yang dibuat seperti resep diatas
  • 1 Kg gula pasir yg butek/coklat
  • 2 tablet vitamin B komplek
Alat-alat yang diperlukan :
botol bekas aqua 500 ml dan jerigen 60 liter
Cara pembuatan :
  • Masukkan kedalam botol bekas aqua air secukupnya, sisakan udara 15-20%
  • Masukkan 1 kapsul dan 100 ml cairan pupuk EM
  • Masukkan 1 sendok gula pasir dan 1 kapsul vit.B
  • Kocok dan tutup rapat botol biarkan/peram 1-2 hari, akan timbul gas dalam botol mengindikasikan mikroba hidup
  • Masukkan isi botol ini dalam jerigen yang terisi air bersih dan 1 kapsul vit.B
  • Masukkan sisa gula pasir dalam jerigen dan tutup rapat, peram selama 18-36 jam
  • Pupuk mikroba ini untuk pemakaian luas lahan 1 hektar.
3. Membuat Pupuk organik Cair
Bahan dan Alat:
  • 1 Liter mikroba (dapat dibuat dari resep-resep diatas, atau diganti 1 kapsul mikroba dorman dari Organik Hijau)
  • 5 kg hijau-hijauan/ daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
  • 0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
  • 1 Kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air secukupnya
  • Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
  • 30 kg kotoran hewan
  • Air secukupnya
Cara Pembuatan:
  • Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
  • Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
  • Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
  • Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
  • Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
  • Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Kegunaan:
Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.
4. Membuat Pupuk organik Cair dari Buah-buahan
Bahan dan Alat:
  • Buah-buahan busuk yg tidak termakan sebanyak 1 karung
  • 1 Kg gula pasir
  • 1 karung plastik dan ember besar
  • Pisau dan telenan
  • Air secukupnya
Cara Pembuatan:
  • Potong-potong buah-buahan ukuran kecil dan masukkan dalam karung
  • Ikat karung plastik dan rendam dalam ember, tambahkan air sampai karung terrendam semua
  • Larutkan gula dalam ember dan tutup ember
  • biarkan dan peram 1-3 minggu atau lebih lagi, akan muncul gelembung udara menandakan mikroba telah hidup
  • Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
  • Jangan lupa tempel labelnya
5. Membuat Pupuk Hijau
Bahan dan Komposisi:
  • 200 kg hijau daun atau sampah dapur.
  • 10 kg dedak halus.
  • ¼ kg gula pasir/gula merah.
  • ¼ liter bakteri/mikroba atau 1 kapsul 500 mgr OH (lihat resep diatas)
  • 200 liter air atau secukupnya.
Cara Pembuatan:
  • Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
  • Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
  • Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
  • Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
  • Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah dan bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
  • Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.
6. Membuat Pupuk Kompos
Bahan dan Komposisi:
  • 100 kg arang sekam berambut
  • 200 kg kotoran hewan
  • 3-5 kg dedak atau bekatul
  • 0,5 kg gula pasir atau gula merah yang dicairkan dengan air
  • 0,5 liter bakteri
  • Air secukupnya
Cara Pembuatan:
  • Arang sekam, kotoran hewan, dedak, dan gula dicampur sampai rata dalam wadah yang bersih dan teduh. Jangan terkena hujan dan sinar matahari secara langsung.
  • Campurkan bakteri ke dalam air kemudian siramkan campuran di atas sambil diaduk sampai rata.
  • Tutup dengan plastik atau daun-daunan.
  • Tiap dua hari sekali siram dengan air dan diaduk-aduk.
  • Dalam 10 (sepuluh) hari kompos sudah jadi.
  • 1-2 ton pupuk kompos untuk lahan 1 hektar 
7. Membuat Pupuk Kompos Super metoda Organik Hijau
Bahan dan Komposisi:
  • 1 ton kotoran sapi
  • 3-5 kg dedak atau bekatul
  • 0.5 siput/tutut/keong sawah (jenis hitam atau emas)
  • 10 Kg Batuan phospat
  • 3-5 kg abu gosok
  • 1 kapsul 500 mg mikroba kesuburan dapat dipesan di Organik Hijau
  • 1 kapsul 500 mg mikroba dekomposer dapat dipesan di Organik Hijau
  • 10 liter rendaman air coklat yang dibuat dengan merendam 1 karung sabut kelapa selama seminggu
  • 1 Kg gula pasir/merah
Cara Pembuatan:
  • Larutkan mikroba kesuburan dalam 1 liter air bersih dan 1 sendok makan gula dalam botol bekas aqua 500 ml
  • Larutkan mikroba dekomposer dalam 1 liter air bersih dan 1 sendok makan gula dalam botol bekas aqua 500 ml
  • Campur kan kotoran sapi, dedak, gerusan siput/keong, larutan mikroba kesuburan semprot air secukupnya, tutup dan peram 2-3 minggu dan tambahkan sisa gula
  • Campurkan batuan phospat (di hancurkan jadi serbuk halus), larutan mikroba dekomposer, abu gosok dan air coklat secukupnnya sampai adonan seperti adonan roti, biarkan sisa air coklat rendaman sabut kelapa
  • setelah 2-3 minggu fermentasi matang campurkan 2 adonan ini dan tambahkan sisa air coklat, tutup dan peram sampai 2-3 hari
  • 150 - 200 kg kompos ini sudah mencukupi untuk pemakaian padi sawah dengan luas areal 1 hektar