Kamis, 09 Juni 2016

Membuat Hiasan Kap Lampu Gantung Sederhana dari Botol Bekas

KTMM - Satu lagi kreasi dari botol bekas untuk hiasan lampu gantung yang terbuat dari botol bekas. Meski cukup sederhana kap lampu gantung jenis ini banyak digunakan untuk hiasan di beberapa warung makan atau angkringan dengan suasana lampu kecil yang temaram. Aneka jenis botol bekas minuman dari plastik dengan berbagai ukuran dapat disesuaikan dengan besar lampu yang digunakan. Cara pembuatannya cukup sederhana, dapat dilakukan untuk kegiatan prakarya anak siswa SMP.  Atau SD kelas 6 dengan pendampingan karena menggunakan alat yang tajam.
Alat dan Bahan
Untuk membuat kap lampu ini cukup disediakan satu botol plastik. Pada contoh ini digunakan botol berukuran kecil saja dari bekas botol plastik ukuran 500 ml untuk menghias lampu dengan fitting gantung 5 atau 10 watt.
membuat-hiasan-kap-lampu-botol-bekas
-Botol plastik bekas
-Cutter tajam
-Gunting
Untuk hasil lebih menarik dapat dipilih botol yang memiliki warna semisal hijau, biru atau merah.
Pembuatan
Botol dibersihkan dan dihilangkan plastik kemasan jika ada menempel di dindingnya. Pada dinding botol di buat garis-garis irisan vertikal dengan menggunakan cutter sepanjang 12 cm hingga 15 cm, 2 atau 3 cm dari dasar botol. Jarak antar garis 0,5 cm atau 1 cm.
iris-dinding-botol-garis-garis
Jika susah menggunakan cutter, setelah dapat sedikit irisan dapat dilanjutkan dengan menggunakan gunting. Buat irisan ini merata di seluruh dinding botol.
Langkah berikutnya membuat tekukan di bidang-bidang irisan tadi. Ambil di tengah-tengah panjang, agar tekukan seragam posisinya, bisa ditandai dulu dengan spidol bagian yang akan ditekuk.
tekuk-dinding-botol-lampu
Untuk dapat melakukan ini dengan mudah, caranya letakkan botol dalam posisi berdiri di atas lantai atau meja. Kemudian tekan tutup botol dengan tangan kiri hingga botol memendek dan sebagian besar bekas irisan ini akan menggelembung keluar. Tangan kanan bisa mulai proses menekuk bagian yang telah ditandai tadi satu persatu hingga selesai.
Langkah terakhir pemasangan kabel, fitting dan lampu. Tutup botol dilubangi untuk tempat memasukkan kabel. Kabel tarik masuk ke dalam botol dan dikeluarkan dari salah satu lubang yang ada di dinding botol. Fitting disambungkan dengan kabel dan lampu kemudian dapat dipasang. Setelah terpasang, kabel ditarik lagi hingga fitting dan lampu masuk ke dalam botol lewat sisi samping. Hiasan lampu selesai dibuat.
kap-lampu-botol-bekas-minuman
Hiasan lampu dari botol bekas cocok digunakan untuk lampu-lampu dengan watt kecil tidak terlalu terang, sehingga tidak akan tampak jelas jika kap lampu itu hanyalah sebuah botol bekas.

Cara Membuat Singkong Goreng Yang Renyah Dan Empuk

KTMM - Terkadang kita sering menggoreng singkong namun hasilnya tidak sesuai yang diinginkan. Ubi menjadi agak keras atau tidak empuk. Ternyata permasalahannya terletak pada cara metode mengolahnya yang salah.


Untuk anda yang penasaran dan ingin tahu bagaimana cara membuat singkong goreng yang renyah dan empuk, simak langkah-langkahnya berikut ini.

Pertama, kupas singkong lalu bersihkan dan potong-potong

Kedua, kukus singkong selama 30-60 menit

Ketiga, buat rendaman untuk singkong yang terdiri 1 sdt ketumbar, 1 sdt garam, 4 siung bawang putih. Ulek bumbunya hingga halus dan masukkan kedalam rendaman singkong, diamkan hingga 15 menit

Keempat, goreng singkong dan hasilnya seperti ini...

Selamat mencoba....

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Bawang putih (Allium sativum L)

Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu:  (1) merusak perkembangan telur, larva dan pupa. (2) menghambat pergantian kulit. (3) mengganggu komunikasi serangga. (4) menyebabkan serangga menolak makan. (5) menghambat reproduksi serangga betina. (6) mengurangi nafsu makan. (7) memblokir kemampuan makan serangga. (8) mengusir serangga. (9) menghambat perkembangan patogen penyakit.
Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan  pestisida nabati adalah: (1) murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. (2) relatif aman terhadap lingkungan. (3) tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. (4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama. (5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. (6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.
Sementara, kelemahannya adalah: (1) daya kerjanya relatif lambat. (2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung. (3) tidak tahan terhadap sinar matahari. (4) kurang praktis. (5) tidak tahan disimpan. (6) kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.
Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya  berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.
Ekstrak bawang putih
Bahan dan Alat :
85 gram bawang putih
50 ml minyak sayur
10 ml deterjen/sabun
950 ml air
Alat penyaring
Botol
Cara Pembuatan :
Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari.
Cara Penggunaan :
Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung

Ekstrak bawang putih
Bahan dan Alat :
2 siung bawang putih
Deterjen/sabun
4 cangkir air
Alat penumbuk/blender
Alat penyaring
Botol
Cara Pembuatan :
Hancurkan bawang putih, rendam dalam air selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Saring. Masukkan dalam botol
Cara Penggunaan :
Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang ada pagi hari
OPT Sasaran :
Cendawan

Ekstrak minyak bawang putih
Bahan dan Alat :
100 gram bawang putih
2 sendok makan minyak sayur
10.5 liter air
10 ml deterjen/sabun
Deterjen
Cara Pembuatan :
Hancurkan bawang putih. Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam. Tambahkan ½ liter air dan deterjen. Aduk hingga rata. Saring
Cara Penggunaan :
Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Aduk hingga merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Hama kubis, belalang dan kutudaun

Minyak bawang putih
Bahan dan Alat :
50 ml minyak bawang putih
950 ml air
1 ml deterjen/sabun
Cara Pembuatan :
Tambahkan sabun ke dalam minyak bawang putih. Aduk hingga rata. Tambahkan air. Aduk
Cara Penggunaan :
Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
OPT Sasaran :
Ulat buah tomat
Ulat penggerek umbi kentang
Wereng padi
Nematoda

Menanam Kangkung Dengan Tehnik Hidroponik Sederhana

KTMM - Kangkung  (Ipomoea aquatica Forsk) adalah tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran yang ditanam untuk dijadikan bahan makanan, kandungan gizi yang ada pada kangkung sangatlah dibutuhkan untuk kesehatan tubuh manusia, maka dari itu kangkung digemari oleh masyarakat indonesia.
Jika kita kreatif, kebutuhan kangkung untuk kebutuhan rumah tangga sendiri tidak perlu beli, karena menanam kangkung sangatlah mudah, dengan lahan yang terbatas, menanam kangkung kita gunakan tehnik hidroponik, karena untuk skala rumah tangga, maka tehnik hidroponiknya pun sesederhana mungkin.

Berikut ini cara bertanam kangkung dengan tehnik hidroponik sederhana :
Siapkan biji kangkung, baskom dan penyaringan
Isi air dalam baskom
Letakkan saringan diatas baskom yang sudah terisi air, usahakan saringan agak sedikit terendam. Letakkan biji kangkung diatas saringan
Kemudian simpan baskom dan saringan yang sudah ada benih biji kangkung dibawah terik matahari, benih biji kangkung tidak masalah dibawah terik matahari sepanjang hari selama air didalam baskom tidak berkurang, dalam artian jika air berkurang maka harus ditambah lagi untuk menjaga kebutuhan nutrisi kangkung.
Dlm waktu beberapa hari bibit kangkung akan mulai tumbuh
Akar perlahan akan menembus lubang-lubang penyaringan.


Yang harus diperhatikan adalah nutrisi air dalam baskom, kita mau kangkung organik atau non organik (pupuk kimia). Kalau mau non organik bisa larutkan 0,5 sendok NPK granul (butiran). Jika mau menggunakan organik, bisa pakai pupuk organik cair (POC) yg banyak dijual di tukang taman, untuk cara paka pupuk organik cair dapat dibaca dilabel produk tersebut. Atau jika mau lebih hemat, kita bisa bikin pupuk organik sendiri, dengan cara  memanfaatkan kulit buah atau sisa-sisa potongan sayur yang dibusukan, kemudian diambil sari pati airnya dan dicampurkan ke air baskom tadi.


25 hari kemudian  kangkung siap untuk dipanen, jika ingin panen kangkung setiap hari, buatlah sejumlah wadah tanam yang cukup, minimal 25 wadah, jadi dibuat jarak waktu tanam yang berbeda, sehingga kita bisa setiap hari menanam dan setiap hari memanen.

Keterangan :
1. Untuk membeli bibit bisa di tempat penjualan tanaman hias
2. Air tidak perlu di ganti. Malah harus ditambah jika kering.
3. Teknik ini bisa untuk menanam selain kangkung, seperti selada air, cesim manis, sawi, hanya saja harus menambahkan tanah/arang batok diatas penyaringan.
4. Teknik ini murni tanpa tanah alias hidroponik sederhana

Selasa, 24 Mei 2016

Persepsi Mengenai Alam dalam Budaya Pedesaan

Alam Indonesia begitu indah, namun kenapa masyarakat kita tidak bisa memanfaatkannya dengan maksimal? Apakah budaya kita tidak mendukung untuk terlaksananya ekploitasi dan ekplorasi alam Nusantara?

Persepsi sangat mempengaruhi bagaimana manusia berbuat. Semua berawal dari pikiran,  kita tidak bisa melihat apa yang telah terjadi sebagai sesuatu yang spontan begitu saja. Untuk itu, sebelum kita berbicara banyak mengenai kenapa pembangunan di pedesaan begitu lambat maka kita harus menelaah terlebih dahulu bagaimana orang desa mempersepsikan alam yang ada di sekitarnya.
Memahami persepsi ini penting untuk bisa menentukan pola pembangunan seperti apa yang sesuai dengan budaya setempat. Misalnya, budaya yang sangat memelihara alam sebagai sumber penghidupan tidaklah cocok apabila diterapkan pola pembangunan industrial sebagaimana yang telah terjadi di kota-kota besar. Namun, kita pun tidak bisa stagnan begitu saja tanpa melakukan apa-apa. Untuk itu, konsep-konsep yang telah ditetapkan sebaiknya bisa menjadi solusi bagi warga lokal. Dan yang terpenting, bisa 'masuk' ke dalam pola pikir warga.

Sikap Orang Timur
Nilai budaya yang dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha membuat kebijaksanaan Timur bersifat kontemplatif, tertuju kepada tinjauan kebenaran. Dengan demikian, berpikir kontemplatif dipandang sebagai puncak perkembangan rohani manusia. Pemikir Timur lebih menekankan segi dalam dari jiwa, dan realitas di belakang dunia empiris dianggap sebagai sesuatu yang hanya lewat dan bersifat khayalan. Timur lebih menekankan disiplin mengendalikan diri, sederhana, tidak mementingkan dunia, bahkan menjauhkan diri dari dunia. Sesuatu yang baik menurut Timur tidak terdapat hanya dalam dunia benda, tidak dengan memanipulasi alam, mengubah masyarakat dan mencari kesenangan bagi dirinya. Akan tetapi, yang baik itu diperoleh melalui pencarian zat yang satu, di dalam diri kita atau di luarnya.
Di Timur  dicari keharmonisan dengan alam, sebab alam memberi kehidupan, memberi makanan, tempat berteduh, bahan untuk seni dan sains. Nafsu untuk memperoleh hikmah atau kerinduan akan keselamatan dan kebebasan diri dari penderitaan dunia, bagi Dunia Timur cukup kuat. Ide keselamatan ini besar pengaruhnya dalam membentuk mentalitas, teori dan praktekbangsa Timur. Jalan untuk memperoleh ini semua tidak terletak pada akal budinya, tetapi dilalui melalui meditasi, tirakat (ascetic) dan mistik.
Sikap orang Timur terhadap alam adalah menyatu dengan alam, tidak  memaksakan diri dengan mengeksploitasi alam, bahkan menginginkan harmoni dengan alam karena alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kalau alam binasa, maka manusia pun akan binasa. Untuk menjaga hubungan yang harmonis terkadang muncul ekspresi kongkrit dalam bentuk hubungan mistik manusia dengan alam. Nilai kehidupan Timur yang tertinggi datang dari dalam, seperti nrimo kenyataan, mencari ketenangan dan waktu demi kesenangan, belajar dari pengalaman, menyatukan diri. Terkadang nilai spiritual yang dalam itu membuat sikap memuliakan kesendirian dan kemiskinan, menghindar untuk membangun dunia, hidup sederhana dan dekat dengan kehidupan alamiah. Ringkasnya, Dunia Timur menginginkan kekayaan hidup, bukan kekayaan benda, tenang tenteram, menyatu diri, fatalisme, pasivitas dan menarik diri.

 Sikap Orang Barat
Di Barat orang lebih condong menekankan dunia empiris sehingga mereka maju dalam sains dan teknologi. Melalui pengaruh Yunani, Barat  berkembang  dalam pengetahuan deskriptif dan spesialisasi. Dukungan sikap Barat yang lebih besar tekanannya kepada realitas dan nilai waktu menyebabkan perkembangan yang pesat dalam filsafat prosesi pengonsepan evolusi kreatif serta kemajuan. Dengan demikian, waktu mempunyai peran dalam keselamatan manusia. Manusia dengan alam menurut konsep Barat adalah terpisah. Alam sebagai dunia luar harus dieksploitasi. Hal ini terlukis dalam kata-kata: menaklukan luar angkasa, menaklukan alam dan hutan rimba.

Persepsi Islam
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Al-Qoshosh(28):77)

Dalam Islam, sikap pertengahan sangat dikedepankan. Islam, tidak memperbolehkan manusia untuk merusak alam, namun tidak memperbolehkan 'mendiamkan' alam. Alam sebagai sumber rezeki bagi ummat dan menjadi bentuk ibadah apabila kita memanfaatkannya.
Islam tidak pernah mengajarkan bahwa alam harus 'dibiarkan' begitu saja seakan mencari kekayaan dari alam adalah sesuatu yang terlarang. Itu keliru. Apabila ada yang menganggap bahwa memanfaatkan potensi alam bisa membawa kerusakan di muka bumi itu hanyalah akal-akalan pihak yang ingin melemahkan ummat Islam. Pemikiran itu datang dari para sufi yang seakan merasa paling soleh ketika 'menghindar dari keindahan dunia'. Padahal, dunia ini sebagai perantara bagi kita untuk masuk surga-Nya.
Sayangnya, warga desa sendiri memiliki pemikiran yang 'campur aduk' mengenai persepsi mereka tentang alam. Sedikit sekali yang menganggap alam ini sebagai sumber kehidupan sehingga harus dimanfaatkan dengan maksimal. Celakanya, para Ulama di pedesaan justru mengajarkan pemahaman yang keliru mengenai alam ini. Ulama kita lebih terpengaruh oleh ajaran Hindu-Budha yang menganggap alam harus 'dibiarkan' begitu saja.
Untuk mengubah pemikiran itu, bisa dengan cara 'revolusioner' yakni industrialisasi pedesaan. Di desa, harus ada agen pembaharu yang bisa membawa masyarakat pada kemajuan industri dengan memanfaatkan alam dan segala potensinya.

Ayo Membangun Desa Pertambahan Penduduk sebagai Modal Utama Pembangunan Pedesaan

Penduduk desa akan terus bertambah, seiring dengan itu mesti ada sebuah program yang menjadikan fenomena tersebut menjadi 'berkah' bukan sebaliknya. Sebelum program yang dimaksud dicanangkan, harus ada prinsip yang menjadi landasan berpikir atas apa yang akan dilakukan di kemudian hari.

Bertambahnya penduduk dari hari ke hari sebagai imbas dari perubahan zaman. Saya mencoba melihat fenomena ini sebagai berkah dari Yang Maha Kuasa. Berpikir positif saja, bahwa ledakan demografi yang terjadi bukanlah sebagai 'biang masalah' sebagaimana yang ditakutkan banyak orang. Saya selalu melihat individu di muka bumi ini sebenarnya memiliki peran krusial bagi terbentuknya sebuah peradaban yang lebih baik.
Abad 21 yang sedang kita jalani ini adalah abad ilmu pengetahuan. Maka dari itu, manusia yang lahir ke dunia sebenarnya 'menyimpan' pengetahuan tersembunyi yang dititipkan oleh Sang Illahi. Individu-individu inilah yang akan membangun desa, nantinya. Potensi tersembunyi dari setiap manusia sebenarnya adalah 'sesuatu' yang harus digali dan dimanfaatkan dengan maksimal. Untuk itu, apabila melihat pertambahan penduduk ini sebagai biang masalah itu artinya penguasa tidak sanggup menggali potensi tersembunyi yang ada pada setiap orang.
Proses penggalian potensi ini memang menjadi tugas 'berat' dunia pendidikan. Namun, apabila kita membebankan semuanya pada pendidikan formal dirasa kurang bijaksana. Saya tetap melihat industri harus menjadi pemimpin bagi program penggalian potensi individu ini. Mengapa? Hanya industri saja yang sekiranya bisa mewadahi setiap minat dan bakat manusia. Sektor lain, bisakah?
Apa yang saya kemukakan memang terdengar optimistis. Itu dikarenakan saya percaya bahwa di masa depan kehidupan akan jauh lebih baik dibanding hari ini. Kreatifitas manusia bisa menangani permasalah hidup yang menghadangnya. Otak manusia bisa menciptakan berbagai 'keajaiban' yang sebelumnya tidak ada. Manusia masa lalu mungkin tidak menyangka bahwa teknologi akan berkembang begitu pesat. Begitu pun manusia masa kini, tidak bisa memprediksi teknologi apalagi yang bisa diciptakan manusia masa depan. Kita tidak perlu khawatir dengan berkurangnya lahan, berkurangnya pasokan pangan, transportasi dan masih banyak lagi kekhawatiran apabila terjadi ledakan penduduk di bumi. Manusia pasti punya cara mengatasi semuanya, karena itulah tugas manusia menjadi 'pemelihara' bumi ini.

Ketakutan yang Berlebihan
Ketakutan 'ledakan penduduk' hanyalah cara untuk mengubah budaya guyub yang ada di pedesaan. Masyarakat tidak dihadapkan pada realita bahwa manusia akan bertambah, sehingga diajak berpikir untuk menyelesaikan masalah, bukan justru menghindar dari masalah. Ketakutan-ketakutan itu datang karena berkaca pada potret buram masa lalu dan tidak memandang cerah masa depan.
Persepsi warga negara berkembang yang 'bodoh' dan tidak peduli memang masih menghantui para ekonom dan pemangku kebijakan. Mereka khawatir bila nantinya warga menjadi susah diatur dan terjadi begitu banyak penyimpangan sosial. Padahal,  itu hanya sebagian kecil saja. Di negara maju pun itu terjadi. Nantinya, manusia memiliki perubahan cara berpikir dan tidak akan terpaku pada situasi yang merugikan mereka. Proses berpikir dan belajar itulah yang menjadi alasan kita untuk tetap optimis.

Kota Baru Seperti Di Eropa
Coba kita membayangkan, apabila suatu hari nanti desa-desa yang ada menjadi sebuah kota baru dengan penduduk yang banyak. Jumlah demografi itu bisa menjadi potensi pasar bagi produk-produk pengusaha setempat. Juga, sebuah kemudahan merekrut tenaga kerja bagi perusahaan yang baru berkembang. Kita jangan membayangkan sebuah kota yang macet, sumpek dan semrawut tetapi bayangkanlah sebuah kota layaknya kota-kota di Eropa.
Untuk menjadi kota yang tertata rapi, mesti ada sebuah rencana besar untuk pembangunan kota yang ideal sejak sekarang. Apalagi dana desa dari pemerintah pusat cukup besar untuk membangun infrastruktur demi persiapan mengubah sebuah desa menjadi kota yang berkembang. Perilaku penduduk yang tertib itu memang tidak bisa direkayasa dalam waktu singkat. Untuk itu, mesti ada 'pionir' bagi pembangunan wilayah pedesaan dengan tanggung jawab besar. Mereka adalah para industrialis dengan segala kapasitas yang mereka miliki.
Kaum industrialis ini yang diharapkan menjadi pemimpin di suatu daerah dan mengatur segala tata kelola kewilayahan. Merekalah yang akan berperan penting untuk memanfaatkan setiap potensi lahan yang ada apakah akan menjadi lahan pertanian, areal industri atau permukiman. Para indsutrialis bisa membangun sebuah ikatan 'kepemilikan' yang bisa menggantikan ikatan 'kedaerahan' yang selama ini terjalin.

Manusia sebagai Modal
Para industrialis sudah menyadari bahwa kekayaan mereka tidak terletak pada besar-kecilnya uang yang dimiliki tetapi pada seberapa besar kreatifitas dari para karyawannya. Menolak pertambahan penduduk secara sporadis sama dengan menolak benih-benih kreatif manusia.
Penciptaan kekayaan telah beralih dari uang ke orang—dari modal keuangan ke modal manusia (baik intelektual maupun sosial), yang meliputi semua dimensi. Lebih dari dua per tiga dari nilai tambah yang diberikan oleh produk-produk dewasa ini datang dari "kerja pengetahuan" (knowledge work, suatu kerja yang amat mengandalkan muatan pengetahuan); dua puluh tahun yang lalu hal itu kurang dari sepertiga.

Manusia Pemakmur Bumi
Saya meyakini bahwa di masa depan akan terlahir para agen pembangunan dari bertambahnya penduduk di pedesaan. Hal ini bukanlah pendapat saya belaka, tetapi sudah digariskan oleh Alloh SWT dalam Al-Qur'an Surat Hud (11) ayat 61:

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."

Maksudnya, manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia. Untuk itu, ketika terlahir begitu banyak manusia di dunia maka akan banyak pula yang akan memakmurkan dunia ini bukan justru malah merusaknya. Kekhawatiran akan adanya kerusakan di dunia ini bukanlah terletak pada besar-kecilnya jumlah penduduk tetapi bagaimana suatu sistem kehidupan yang mengatur mereka.

Minggu, 08 Mei 2016

Bagian-Bagian Daun

KTMM - Selain batang dan akar, daun pada tumbuhan memiliki peran yang tak kalah penting, berikut penjelasan tentang bagian bagian dan fungsi daun pada tumbuhan.
Daun berada di bagian atas tumbuhan dan menempel di sekitar batang, daun merupakan modifikasi batang dan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil. Sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak terjadi di daun.
Setiap daun memiliki bentuk dan ukuran tertentu, sehingga dapat melakukan tugas penting dan membuat makanan dengan seefisien mungkin.
Untitled
Selain berfungsi sebagai tempat fotosintesis, daun juga memilik fungsi lain sebagai tempat terjadinya transpirasi atau proses menguapnya air dan organ pernapasan atau respirasi.
Bahkan pada tumbuhan tertentu, daun memiliki fungsi tambahan sebagai alat reproduksi vegatatif.

Bagian Bagian Luar Dan Dalam Daun

  1. Epidermis Daun
Setiap daun memiliki epidermis pada bagian permukaannya, baik permukaan atas (adaksial) dan permukaan bawah (abaksial). Pada umumnya, epidermis bersusun rapat membentuk lapisan yang kompak tanpa ruang interseluler.
Di beberapa tumbuhan sel epidermis memiliki bentuk memanjang, sehingga disebut sel panjang. Pada bagian atas tulang daun terdapat sel pendek yang dibedakan menjadi dua tipe sel, yaitu sel gabus dan silica.
Pada bagian epidermis terdapat mulut daun (stomata) yang dihimpit oleh dua sel penutup, stomata ada yang berada di permukaan atas saja, permukaan bawah saja, dan ada juga yang berada di kedua permukaan atas dan bawah daun.
Selain mulut daun, Epidermis juga memiliki beberapa tambahan bagian yang berada di antara daun, antara lain rambut daun (trikoma) dan sel kipas.
  1. Mesofil Daun (Jaringan dasar)
Mesofil merupakan jaringan yang memiliki sifat parenkim, yang terletak di sebelah dalam epidermis.
Mesofil daun terdiri atas jaringan bunga karang (jaringan spons) beserta jaringan palisade, keduanya mengandung banyak kloropla dan menjadi tempat terjadinya fotosintetis. Jaringan palisade berada di bawah epidermis, namun ada juga hipodermis yang berada di antara jaringan palisade dan epidermis.
Sel bunga karang memiliki bentuk yang beragam, namun sebagian besar hampir menyerupai sel-sel palisade karena ukurannya hampir sama dan memanjang sejajar sesuai arah permukaan daun.
Pada jaringan spons terdapat sel-selnya tidak rapat atau terdapat ruang antar sel, selain itu jaringan spons memiliki kloroplas lebih sedikit dari palisade.
Sel-sel parenkim bunga karang memiliki ciri khas sendiri, yaitu adanya cuping-cuping yang terhubung dengan sel-sel di sebelahnya.
  1. Pembuluh Daun (Berkas Pengangkut Daun)
Pembuluh pada daun terletak pada tulang daun, selain itu pada daun terdapat urat-urat halus yang berfungsi sebagai organ vital yang berfungsi sebagai jalur makanan ke seluruh bagian daun.
Di sekitar pembulu daun, terdapat tulang daun yang berfungsi untuk menguatkan daun. Bukan hanya itu, urat-urat daun juga berperan sebagai kerangka dan penopang daun.
  1. Jaringan Tambahan Daun
Selain epidermis, mesofil, dan pembuluh daun. Daun memiliki Jaringan tambahan antara sel-sel kristal dan kelenjar.